Lompat ke isi

2023 ALAM SEMESTA RUMAH KITA; Isu Lingkungan dalam Perspektif Mubadalah

Dari Kupipedia
Revisi sejak 22 April 2026 15.23 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kompilasi artikel dengan tema lingkungan ini merupakan bagian dari ikhtiar kecil Mubadalah.id bersama para kontributor terpilih dalam menerjemahkan istilahistilah lingkungan yang dianggap melangit, menjadi bahasa populer yang mudah dipahami. Artinya, tugas melakukan pencegahan kerusakan, penanganan, dan perawatan alam secara berkelanjutan ini menjadi tugas semua pihak. Tidak bisa hanya dipasrahkan ke satu pihak atau lembaga. Sebab, isu lingkungan adalah sesuatu yang paling dekat dalam kehidupan kita. Bisa dimulai sejak dini, saat ini, dan dari diri sendiri.

JudulALAM SEMESTA RUMAH KITA; Isu Lingkungan dalam Perspektif Mubadalah
EditorZahra Amin
Desain coverZannoism
DiterbitkanMubadalah.id
Tahun terbit
Cetakan Pertama, Februari, 2023
Halamanix + 237 hal | 14 x 20,5 cm
(Download PDF)

Kompilasi artikel ini kami cantumkan judul Alam Semesta Rumah Kita: Isu Lingkungan dalam Perspektif Mubadalah. Mengandaikan bahwa seluruh jagat raya alam semesta ini, adalah rumah bersama. Di mana setiap sudutnya menjadi tanggung jawab kita, bagaimana mengelola, menjaga, dan merawatnya secara baik. Buku kompilasi artikel isu lingkungan ini terbagi menjadi empat tema besar. Pertama, lingkungan dan agama. Kedua, lingkungan dan perempuan. Ketiga, keberlanjutan lingkungan. Dan terakhir, praktik baik.

Seluruh artikel ini ditulis dalam rentang waktu satu tahun. Sejak Februari 2022 sampai dengan Januari 2023. Selain merespons isu lingkungan dalam perspektif agama, dan perempuan, dalam sejumlah artikel juga kita temukan sikap optimisme pada kepedulian dan pelibatan anak-anak muda mendalami isu lingkungan. Tidak hanya sebatas sebagai wacana atau pengetahuan saja. Namun juga menjelma menjadi gerakan hidup sehat, dan gaya hidup populer yang tecermin dalam praktik baik dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu harapannya, praktik baik ini bisa menginspirasi para pembaca agar bisa melakukan hal serupa. Meski kecil dan sedikit, tetapi peran ini jika dilakukan secara serentak akan menjadi gerakan sadar lingkungan yang luar biasa. Seperti gaya hidup minimalis, stop penggunaan plastik, stop penggunaan sedotan plastik, ke mana-mana membawa kantong belanja sendiri, membawa tumbler air minum, dan semua praktik baik sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari.

Jadi, dalil dan argumentasi teologis sudah begitu rupa menyesaki bahan bacaan kita. Pengalaman perempuan, dan praktik baiknya untuk keberlanjutan lingkungan juga sudah banyak yang menceritakan. Mubadalah.id hanya bagian kecil saja dari seluruh ikhtiar menjaga dan merawat lingkungan ini. Lalu, kapan kamu akan memulai untuk gaya hidup yang ramah lingkungan ini? Mari kita mulai sekarang juga!