2024 The Efforts of Couples with Blind Disabilities in Realizing the Sakinah Family Perspectives on the Hierarchy of Needs Theory: Case Study of Pertuni Malang Regency
| Nama Jurnal | : | Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal al-Syakhsiyyah |
| Seri | : | Vol. 7 No. 1 (2024) |
| Tahun | : | 2024-07-16 |
| Judul Tulisan | : | The Efforts of Couples with Blind Disabilities in Realizing the Sakinah Family Perspectives on the Hierarchy of Needs Theory: Case Study of Pertuni Malang Regency |
| Penulis | : | Raja Doli Jaya Ritonga (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Mufidah Ch (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Ahmad Wahidi (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Hasman Zhafiri Muhammad (Universitas Islam Indonesia) |
Abstract
Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan fiqh yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: 34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: 128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i1.112