2022 Dowry Function in Perspective of Mubadalah
| Judul | SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity |
|---|---|
| Seri | Vol 2, No 1 (2022) |
Tahun terbit | January 06, 2022 |
| ISBN | 2807-8268 |
| Nama Jurnal | : | SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity |
| Seri | : | Vol 2, No 1 (2022) |
| Tahun | : | January 06, 2022 |
| Judul Tulisan | : | Dowry Function in Perspective of Mubadalah |
| Penulis | : | Siti Zulaikha (Doctoral Program Family Law Student Raden Intan State Islamic University Lampung), Siti Nurjanah (Lecturer State Islamic Institute Metro Lampung), Mu'adil Faizin (Lecturer State Islamic Institute Metro Lampung), Agus Salim Ferliandi (Lecturer State Islamic Institute Metro Lampung) |
Abstract
Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan fiqh yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: 34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: 128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.24042/smart.v2i1.11064