Lompat ke isi

Inisiatif Kegiatan Kongres

Dari Kupipedia

Kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang pertama tahun 2017 di Cirebon diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama tiga lembaga yang secara khusus memiliki perhatian pada pengkaderan ulama perempuan. Yaitu Rahima, Fahmina, dan Alimat. Inisiatif awal datang dari Rahima saat dipimpin AD. Eridani. Ide awalnya adalah mengumpulkan para alumni Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) Rahima. Ide reuni alumni PUP ini, ketika digulirkan ke berbagai pihak, disambut antusias. Bahkan, banyak usulan agar memperlebar kepesertaan: tidak hanya untuk alumni PUP Rahima.

Pada pertengahan tahun 2014, mba Dani (sapaan Direktur Rahima AD. Eridani) bersama Bang Helmi (KH. Helmi Aly Yafie) berkunjung ke Cirebon pada peringatan 100 hari wafat Nyai Hj. Aliyatul Himmah, PP Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon. Dalam kunjungan ini, mba Dani dan Bang Helmi menyambangi rumah Faqihuddin Abdul Kodir, biasa disapa Kang Faqih, di daerah Klayan Cirebon. Di rumah Kang Faqih, di Kebon Mangga depan rumahnya, diadakan pembicaraan lebih serius mengenai rencana reuni alumni PUP Rahima itu. Dalam pertemuan ini, Kang Faqih menegaskan pelebaran kepesertaan, sebagaimana usulan banyak pihak juga. Pertemuan ini mengusulkan dan menyepakati ide kegiatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia.

Pada tahun 2015, bertempat di kantor Fahmina Cirebon, diadakan rapat pertama kali dari tiga lembaga (Rahima, Fahmina, dan Alimat) untuk merencanakan penyelenggaraan Kongres pada pertengahan tahun 2016. Kepanitaan utama sudah dibentuk untuk rencana Kongres ini. Namun, kesibukan masing-masing panitia, dan tidak ada yang bisa full time mengurus, rencana Kongres ini diundur pada akhir tahun 2016. Pada sekitar awal bulan Nopember 2016, kepanitiaan mengadakan rapat evaluasi, karena belum ada tanda-tanda persiapan penyelenggaraan Kongres. Beberapa peserta rapat usul untuk disederhanakan lagi, cukup reuni PUP Rahima saja dulu, sebagai cikal bakal Kongres di kemudian hari. Namun, banyak peserta lain yang merasa tanggung: sekalian saja Kongres besar. Sehingga harus diundur lagi pada April 2017.

Sekalipun diundur menjadi April 2017, tetapi masih belum terlihat ada kesiapan yang pasti dan jelas mengenai peserta, tempat, dan acara. Para peserta mengusulkan tempat di salah satu pesantren yang otoritatif. Tetapi, belum ada pesantren yang bersedia untuk perhelatan Kongres Ulama Perempuan. Lalu, muncul usul perpindahan tempat ke Wisma Haji Surabaya. Namun, kepanitiaan masih menunggu kemungkinan ada pesantren yang bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Karena pesantren dipandang lebih otoritatif.

Namun, karena kepanitiaan bersifat sisa waktu, semua perencanaan masih belum memperlihatkan kejelasan yang mencukupi: mengenai tempat, sumber dana dan sumber daya manusia. Dalam kepanitiaan, saat itu, tidak ada yang full time, yang bisa memikirkan secara penuh waktu dan mengeksekusi rencana perhelatan Kongres tersebut secara lebih menyeluruh. Pertemuan bulan Desember 2016 masih belum ada kejelasan. Lalu, pertemuan bulan Februari di Kantor Rahima juga masih belum ada kejelasan dan muncul usulan untuk diundur kembali. Dalam pertemuan rapat ini, Kang Faqih menyatakan bersedia bekerja sepenuh waktu untuk mengorkestrasi seluruh kepanitiaan dalam menyiapkan perhelatan Kongres. Tanggal Kongres tidak diundur, tetap pada bulan April 2017.

Sepulang dari rapat di Rahima, Kang Faqih menelpon Ibu Nyai Hj. Masriyah Amva, pengasuh Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon, meyakinkanya untuk bersedia menjadi tempat perhelatan Kongres. Ibu Nyai bersedia dan tempat Kongres sudah bisa dipastikan. Pada rapat perdana di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy , Kang Faqih mengundang Dr. Adib wakil Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk hadir dan diminta kesediaanya untuk menyelenggarakan dan mendanai International Conference Ulama Perempuan. Sebagai santri alumni Babakan dan aktif di isu-isu keulamaan perempuan, Kang Adib bersedia mengambil peran tersebut, yang kemudian tanggung-jawab pelaksanaanya dipegang langsung oleh Dr. Septi Gumiandari, seorang akademisi cum-ulama perempuan dari Cirebon.