Lompat ke isi

2021 Pemberdayaan Nalar Kritis Perempuan Dalam Forum “Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI)” (Analisis Feminisme Amina Wadud)

Dari Kupipedia
Revisi sejak 13 Februari 2024 09.03 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'Penulis: Arivia Adhillani Ngaji KeadilanGender Islam adalah sebuah forum yang didirikan untuk mendobrak pintu patriarki yang selama ini membelenggu masyarakat, tuju...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Penulis: Arivia Adhillani


Ngaji KeadilanGender Islam adalah sebuah forum yang didirikan untuk mendobrak pintu patriarki yang selama ini membelenggu masyarakat, tujuan pasti dari forum ini adalah mewujudkan keadilan hakiki perempuan dalam segala hal.Nur Rofiah selaku pendiri forum ini adalah seorang dosen diPascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakartayang merupakan salah satu aktivis feminis, yang berusahamenghilangkan bentuk ketidakadilan gender pada pengalaman sosial, utamanyastigmatisasi, marjinalisasi, subordinasi, kekerasan,dan beban ganda, kemudian jugapengalaman biologis perempuanyang termasuk menstruasi, kehamilan, melahirkan, nifas, serta menyusui. Melalui pendekatan kualitatif dan metodologi tafsir hermeneutika Amina Wadud,penelitianini memiliki upaya untukdapatmelihat upaya pemberdayaan nalar kritis perempuan oleh ngaji KGI yang selama ini sering terkurung oleh bias-bias tafsir Alqur’an.Amina Wadud pada teorinya menjelaskan bahwadalam melihat suatu ayat harus memperhatikan beberapa hal,pertamaadalah kontekstualisasi ayat Alqur’an harus dikaitkan denganasbabun nuzulatau sebab turunnya suatu ayat.Kedua,penyelarasan teks ayat secara bahasa mesti dipilah-pilah menjadi komposisi yang sebenarnya,ketigaadalah pemahaman teks ayat harus dilakukan secara menyeluruh, dan terbuka. Bukan mengambil maksud dari potongan-potongan ayat saja, serta menjadikan seluruh ayat Alqur’an sebagai pandangan hidup.

Kata Kunci: Nalar kritis, Ngaji Keadilan Gender Islam, Amina Wadud


Baca selengkapnya disini...