Lompat ke isi

Bisindo

Dari Kupipedia

Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) adalah bahasa ibu dan alami bagi Tuli. Untuk berkomunikasi setiap hari,  Tuli menggunakan BISINDO karena bahasanya fleksibel (tidak baku). Mereka sudah mengaplikasikan bahasa isyarat ini sejak kecil. Dalam BISINDO Teman Tuli memanfaatkan gerak bibir dan bahasa tubuh.

Sebagian orang berpikir bahwa BISINDO hanya satu bentuk saja. Lembaga Riset Bahasa Isyarat menemukan perbedaan bahasa isyarat di setiap daerah. Bahasa Isyarat di Jawa Tengah berbeda dengan bahasa isyarat Jawa Timur.

BISINDO memiliki struktur bahasa yang terdiri dari abjad dan susunan gramatika. Sama seperti bahasa oral Indonesia yang mempunyai susunan terkecil dalam suatu kata terdiri dari A sampai Z. Abjad isyarat digunakan untuk mengeja kata dengan jari.

Dalam gramatikal, susunan tata bahasa mencangkup SPOK (subjek, predikat, objek, dan keterangan). Pola kalimatnya berbeda dengan Bahasa Oral Indonesia. Di BISINDO, susunannya subjek+objek+predikat, contoh: Adhi ayam makan.

Rangkain kalimat dalam bercerita akan lebih rumit jika dijelaskan dengan kata-kata. Oleh sebab itu, Tuli hanya menggunakan beberapa kata lalu ditambah ekspresi dan gestur yang mendukung.

Contoh: “mobil berjalan dengan sangat cepat”, cara penyampaiannya cukup dengan mengisyaratkan “mobil" kemudian mengimajinasikan mobil menjadi kepalan tangan yang melaju dengan cepat didukung dengan ekspresi dan gesture seakan-akan ada di dalam mobil.

Sumber: Sumber: Maftuhin,dkk,  Islam dan Disabilitas: Dari Teks ke Konteks, Penerbit Gading, cet.ke-2:2022