Lompat ke isi

Difabel

Dari Kupipedia

Difabel adalah istilah yang populer di Indonesia sebagai padanan dari ungkapan bahasa Inggris differently abled atau different abilities, yang berarti “memiliki kemampuan yang berbeda.” Istilah ini menegaskan bahwa perbedaan fisik, sensorik, intelektual, atau mental bukanlah kekurangan, melainkan variasi dalam kemampuan manusia. Dengan demikian, difabel menggeser cara pandang dari fokus pada keterbatasan menuju pengakuan atas potensi dan kapasitas yang dimiliki setiap orang.

Secara historis, dalam bahasa Inggris terdapat perubahan istilah dari lame, crippled, handicapped, hingga disabled, sebelum muncul istilah yang lebih afirmatif seperti differently abled. Pergeseran ini menunjukkan upaya mengurangi stigma dan konotasi negatif yang melekat pada penyebutan sebelumnya. Di Indonesia, kata “difabel” mulai dipopulerkan sejak akhir 1990-an oleh para aktivis gerakan disabilitas, terutama di Yogyakarta, antara lain Setyo Adi Purwanta, Mansour Fakih, dan Lily Yulianti Farid.

Meskipun bukan istilah baku dalam tata bahasa Inggris maupun Indonesia, “difabel” memiliki makna politis dan etis yang kuat, karena lahir dari kesadaran gerakan untuk menegaskan martabat, kesetaraan hak, dan partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial.

Sumber: Maftuhin,dkk,  Islam dan Disabilitas: Dari Teks ke Konteks, Penerbit Gading, cet.ke-2:2022