Kajian Budaya Tuli
Orang Tuli mempunyai beberapa sebutan diantaranya tunarungu, bisu, sulit mendengar (hard of hearing atau HoH), dan Tuli (Deaf). Bagi Komunitas Tuli panggilan-panggilan tersebut terkesan inklusi dan eksklusi.
Tunarungu (hearing impairment) menandakan bahwa pendengarannya rusak. Tuli sejak lahir bukan berarti telinganya rusak namun saraf telinganya tidak bisa mendengar. Tuna, rusak, impairment sendiri memiliki makna negatif dan melihat mereka mempunyai kekurangan fisik.
Orang-orang juga masih salah kaprah memanggilnya bisu. Tuli masih bisa berbicara meskipun sulit mendengar. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Berbeda dengan term ‘sulit mendengar’ (HoH) yang terasa bersahabat. Mereka mendengar sedikit dengan alat bantu dengar. Kemudian untuk penulisan tuli (dengan huruf “t" kecil) berarti orang yang tidak bisa mendengar. Sedangkan Tuli (dengan huruf "T" besar) difungsikan untuk sekelompok tuli yang menyebarkan sebuah bahasa isyarat dan budaya.
Artinya mereka ingin identitasnya dikenal sebagai Tuli bukan sebagai orang yang kekurangan fisik. Harapannya dapat menurunkan dan menghapus stereotip bagi mereka.
Sumber: Sumber: Maftuhin,dkk, Islam dan Disabilitas: Dari Teks ke Konteks, Penerbit Gading, cet.ke-2:2022