2024 Revisioning Official Islam in Indonesia: The Role of Women Ulama Congress in Reproducing Female Authority in Islamic Law
| Nama Jurnal | : | Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah |
| Seri | : | Vol 24, No 1 (2024) |
| Tahun | : | 2024 |
| Judul Tulisan | : | Revisioning Official Islam in Indonesia: The Role of Women Ulama Congress in Reproducing Female Authority in Islamic Law |
| Penulis | : | Zainul Mun'im (Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung), Muhamad Nasrudin (IAIN Metro), Suaidi Suaidi (IAIN Madura), Hasanudin Hasanudin (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri) |
Abstract
Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan fiqh yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: 34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: 128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.15408/ajis.v24i1.34744