Lompat ke isi

2023 Resolution of the Main Values of Wasathiyah Islam as an Effort to Counter the Movement of Religious Radicalism

Dari Kupipedia
Revisi sejak 24 Juli 2024 13.14 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Ijiis vol6 no2.jpeg|italic title=Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS)|isbn=2615-5184|pub_date...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Abstract

2023 Resolution of the Main Values of Wasathiyah Islam as an Effort to Counter the Movement of Religious Radicalism
JudulIndonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS)
SeriVol. 6, No. 2, September 2023
Tahun terbit
February 19, 2024
ISBN2615-5184
Nama Jurnal : Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS)
Seri : Vol. 6, No. 2, September 2023
Tahun : February 19, 2024
Judul Tulisan : Resolution of the Main Values of Wasathiyah Islam as an Effort to Counter the Movement of Religious Radicalism
Penulis : Ali Mursyid Azisi, Muhammad Taqiyuddin Iqbal Faiz, Novia Maharani Permatasari Abdullah Zidni, Ittihaf Siddatul Muttaqin (UIN Sunan Ampel Surabaya)

Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan fiqh yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.




Keywords: Nusyuz, KHI, Mubadalah

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://journal.uii.ac.id/IJIIS/article/view/29738