Lompat ke isi

Sarasehan Pergunu Jepara, Hindun Anisah: Pemerintah Harus Turut Perhatikan Kesejahteraan Guru Swasta

Dari Kupipedia
Revisi sejak 21 Agustus 2025 14.33 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/sosok-nyai-hj-hindun-anisah-sosok-ulama-perempuan/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Publikasi |: |4 Januari...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Info Artikel:

Sumber Original : Mubadalah.id
Tanggal Publikasi : 4 Januari 2023
Penulis : Abdul Rosyidi
Artikel Lengkap : Sosok Nyai Hj. Hindun Anisah; Sosok Ulama Perempuan

Mubadalah.Id– Nyai Hj. Hindun Anisah adalah ulama perempuan, pengasuh Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara. Nyai Hj. Hindun Anisah dikenal sebagai ulama perempuan, aktivis, lawyer, peneliti, akademisi, yang sekarang sedang merambah dunia politik. Nyai Hj. Hindun Anisah adalah cucu dari KH. Ali Maksum, pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta, yang memiliki santri ribuan orang.

Meskipun tinggal di pesantren, KH Ali Maksum menanamkan relasi adil gender dalam keluarganya dan juga para santrinya. Didikan Mbah Maksum itu ternyata memengaruhi anak-anaknya hingga cucunya. Salah satunya adalah pada Nyai Hj. Hindun Anisah.

Selain mengajar di pesantren, Nyai Hj. Hindun Anisah juga aktif menjadi seorang lawyer yang banyak mendampingi korban-korban ketidakadilan gender. Seperti korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual. Nyai Hj. Hindun Anisah tercatat aktif di berbagai organisasi seperti di PW Fatayat NU DIY, PC-LKKNU Jepara, LPBHNU Jepara, MUI Jepara, Koordinator Alliance for Women and Children Protection (APPA), Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Aswaja Hasyim Asy’ari Bangsri, Rahima, Yayasan Semai, dan lain-lain.

Sekretaris SC Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini menyelesaikan pendidikan sarjana di dua kampus sekaligus, Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM).