Lompat ke isi

2019 Cegah Kekerasan Ekstremisme: Maqolah-Maqolah Kontra Narasi Alternatif Ulama Perempuan Rahima Seputar Isu Hijrah, Nikah Anak, Niqob, Fitnah dan Poligami

Dari Kupipedia

Info Artikel:

Sumber : Swara Rahima
Penulis : -
Editor : -
Penerbit : Rahima
Tahun Terbit : Maret 2019
Halaman dan Dimensi : 112 halaman
Akses Buku : Download

Sejak 2005, Rahima telah mengembangkan pendidikan yang diperuntukkan khusus untuk Ulama Perempuan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi, antara lain agar otoritas ulama perempuan mendapat pengakuan dari masyarakat, agar istilah ulama tidak hanya merujuk pada satu jenis kelamin saja, pengetahuan ulama perempuan ternyata juga sangat mumpuni, dan kelebihannya adalah ulama perempuan lebih peduli pada persoalan riil yang dihadapi umatnya.

Hingga saat ini sudah ada 4 angkatan Pendidikan Ulama Perempuan (PUP) yang pesertanya berasal dari pulau Jawa dan Madura; dan 2 kelas yang ada di DI Aceh. Kepada mereka, berbagai macam pengetahuan yang dapat digunakan ketika mereka melakukan dakwah bil hal, maupun dakwah bil lisan ditambah, seperti pengenalan pada perspektif Gender, perubahan sosial, analisis sosial, metodologi Keislaman dan Pengorganisasian. Dalam perjalanannya, Rahima secara khusus memberi perhatian pada wacana Keulamaan Perempuan ini, hingga ketika bentuk badan hukum Rahima berubah menjadi Perhimpunan, tema yang diusung “Ulama Perempuan untuk Kemaslahatan Manusia”.

Isu fundamentalisme dan berkembangnya radikalisme keagamaan, merupakan salah satu isu yang dibahas pada tadarus PUP, khususnya ketika membahas tentang perubahan sosial. Tetapi memang sifatnya baru pada tahap pengenalan. Dalam perkembangannya, di berbagai forum forum Rahima, kedua isu ini mulai sering diungkap. Ini juga tak terlepas dari konteks nasional dimana kedua isu tersebut telah menjadi konsen negara. Rahima lalu memandang penting pengetahuan Ulama Perempuan atas kedua isu tersebut ditingkatkan. Terlebih mereka adalah tempat umat bertanya.

Gayung bersambut, harapan Rahima untuk memberikan pendidikan kritis menggunakan perspektif gender dengan memperkenalkan upaya pencegahan radikalisme/ eksrimisme kepada ulama perempuan mitra Rahima yang berasal dari berbagai wilayah ini disambuat baik oleh WGWC, Working Group on Women and Countering/Preventing Violence Extremism, dimana Rahima menjadi salah satu anggotanya. Singkat cerita, disusunlah sejumlah kegiatan pendidikan.

Setelah mengikuti Tadarus dan Halaqah yang tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang bersifat praktis bagi ulama perempuan dalam mengolah dan meramu wacana dan pengetahuan yang telah diperoleh terkait Fundamentalisme, Radikalisme dan Ekstrimisme, 25 Ulama Perempuan peserta pendidikan lalu diminta menyusun dan membangun kontra narasi melalui pesan singkat yang damai dan adil gender. Ada 5 isu yang ditulis oleh setiap peserta yakni: Niqab, Nikah Muda, Fitnah, Poligami dan Hijrah.

Dengan demikian ada 100 naskah kontra narasi produksi Ulama Perempuan Rahima yang berisi pesan damai dan adil gender. Keseluruhan naskah kemudian dikumpulkan ke dalam sebuah buku, yang harapannya dapat

disebarkan ke berbagai kalangan.

Untuk terbitnya buku mungil ini, Rahima mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta Pendidikan Ulama Perempuan Rahima yang tidak saya sebutkan satu persatu, kepada mbak Sari dan tim di AIPJ2, kepada Ruby, Hanifah dan Yoyok di AMAN Indonesia, juga kepada staf Badan Pelaksana baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif lagi: Nining, Adi, Fran, Binta, Anis, Andy.

Untuk terbitnya buku mungil ini, Rahima mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta Pendidikan Ulama Perempuan Rahima yang tidak saya sebutkan satu persatu, kepada mbak Sari dan tim di AIPJ2, kepada Ruby, Hanifah dan Yoyok di AMAN Indonesia, juga kepada staf Badan Pelaksana baik yang masih aktif maupun sudah tidak aktif lagi: Nining, Adi, Fran, Binta, Anis, Andy.

Wassalam

Jakarta, 12 Pebruari 2019

AD Eridani (Direktur Rahima)