Ar-Ra'iyyah Edisi 02; Gagasan Demokrasi: Kyai-Nyai Pesantren Cirebon

Informasi Buletin:
| Sumber | : | Yayasan Fahmina |
| Nama Buletin | : | Buletin Mashalih Ar-Ra'iyyah |
| Seri | : | Edisi 02 Oktober-November 2003 |
| Tanggal Terbit | : | Tahun 2003 |
| Penerbit | : | Fahmina Institute |
| Link Download | : | Download Ar-Ra'iyyah Edisi 02 |
Assalamu'alaikum....
"Sejak pagi penyakit saya kambuh, tidak bisa bangun dan hanya terbaring di tempat tidur. Sebenarnya saya ingin hadir ke acara ini sejak pagi. Alhamdulillah ketika beranjak siang, penyakit saya bisa kompromi, dan sekarang ini (ba'da dzuhur) saya bisa hadir di acara ini. Sekarang saya sakit-sakitan, dan kalau bukan karena teman dekat atau acaranya menarik saya sungkan (enggan red.) untuk datang", kata KH. Fuad Hasyim yang hadir sebagai nara sumber di acara Dawroh Pertama Fiqh Demokrasi di Buntet Pesantren.
Bukan hanya Kyai Fuad yang menyambut hangat dawroh ini, sebelumnya beberapa kyai sewilayah III Cirebon berkumpul merumuskan kurikulum fiqh demokrasi yang akan dilaksanakan pada empat kali dawroh. Sebagai realisasinya, beberapa kyai dan nyai berkumpul mengikuti dawrah figh demokrasi pertama di Buntet Pesantren. Di luar dugaan para peserta merasa tidak puas kalau dawroh hanya dilaksanakan empat kali dalam satu tahun, mereka menginginkan pertemuan tambahan. Pada Rabu, 8 Oktober 2003 di Fahmina, pertemuan tambahan dalam bentuk Belajar Bersama pertama kali dilaksanakan.
Ar-Ra’iyyah pada edisi kedua ini memuat gagasan-gagasan yang berkembang baik dalam workshop, dawrah figh demokrasi, maupun belajar bersama. Perdebatan tentang fiqh demokrasi pada workshop dan dawroh dimuat dalam rubrik khabar. Kemudian untuk menegaskan isi dan pesan pada rubrik khabar, kami mengangkat gagasan Kyai Fuad Hasyim tentang perlunya mensyukuri perbedaan pada rubrik bahts. Sementar itu rubrik-rubrik lain kami turunkan untuk mendukung dan memperkaya tema "Gagasan Demokrasi" yang diangkat pada edisi ini.
Selamat Membaca!