Lompat ke isi

Kota yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Dari Kupipedia
Revisi sejak 2 April 2026 18.59 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''Informasi Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/belajar-empati-dari-tauhid-membaca-ulang-relasi-dengan-disabilitas/https://mubadalah.id/belajar-empati-dari-tauhid-membaca-ulang-relasi-dengan-disabilitas/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Terbit |: |10 Maret 2026 |- |Penulis |: |Fatmah |} {| |''<small>*)Artikel ini merupakan hasil dari Mubadalah goes to Community Purwokerto, kerjasama Media Mubadalah dengan LP2M Universitas Jenderal Soedirman Purwok...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Informasi Artikel:

Sumber Original : Mubadalah.id
Tanggal Terbit : 10 Maret 2026
Penulis : Fatmah
*)Artikel ini merupakan hasil dari Mubadalah goes to Community Purwokerto, kerjasama Media Mubadalah dengan LP2M Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Mubadalah.id - Salah satu tantangan terbesar ketika berhadapan dengan penyandang disabilitas adalah menjaga sikap agar tidak memandang mereka dengan pandangan belas kasihan. Seolah kondisi mereka adalah sebuah kekurangan. Melalui tulisan ini, kita akan belajar empati dari tauhid untuk membaca ulang relasi dengan disabilitas.