Lompat ke isi

2022 Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama

Dari Kupipedia
Revisi sejak 3 April 2026 15.03 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
2022 Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama
JudulDIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
SeriVol 20 No 2 (2022)
Tahun terbit
Desember 2022
ISBN2548-8414
Nama Jurnal : DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
Seri : Vol 20 No 2 (2022)
Tahun : Desember 2022
Judul Tulisan : Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama
Penulis : Khotimatul Husna (Program Magister Ilmu Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Abstract

In understanding the texts to carry out legal istinbat (decisions/legal conclusions), mujtahids do not only pay attention to what is written in the explicit sentence structure, but also pay attention to what is implied by the text, namely the meaning contained through signs and dalalah (hint) nash The ushul fiqh scholars have differences in determining the distribution, levels, and methods for using this dalalah. However, this paper will only limit the opinion of Hanafiah scholars. The text's instructions (dalalah) need to be understood contextually regarding the relationship between husband and wife in the family, so that understanding the text can be a solution to contemporary family problems. This paper will examine dalalah with a new theoretical approach called qiraah mubadalah that was coined by Faqihuddi n Abdul Kodir in the interdependence of husband and wife according to the concept of the Nahdlatul Ulama maslahah family.

Keywords: dalalah; mutual relationship; maslahah family concept

Abstrak

Dalam memahami nash untuk melakukan istinbat (keputusan/kesimpulan hukum), mujtahid tidak hanya memperhatikan apa yang tertulis dalam truktur kalimat yang tersurat, tetapi juga memperhatikan apa yang tersirat dari teks, yaitu makna yang terkandung melalui tanda dan dalalah (petunjuk) nash Ulama ushul fiqh memiliki perbedaan dalam menentukan pembagian, tingkatan, dan metode penggunaan dalalah ini. Namun tulisan ini hanya akan membatasi pendapat ulama Hanafiah. Teks petunjuk (dalalah) perlu dipahami secara kontekstual terkait hubungan suami istri dalam keluarga, sehingga pemahaman teks dapat menjadi solusi atas permasalahan keluarga kontemporer. Tulisan ini akan mengkaji dalalah dengan pendekatan teori baru yang disebut qiraah mubadalah yang dicetuskan oleh Faqihuddin Abdul Kodir dalam interdependensi suami istri menurut konsep keluarga maslahah Nahdlatul Ulama.

Kata Kunci: dalalah; relasi kesalingan; konsep keluarga masalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.3633