Lompat ke isi

2023 Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) and Mubadalah Approach in Interpreting the Gender Biased-Qur'anic Verses

Dari Kupipedia
Revisi sejak 3 April 2026 15.52 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
2023 Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) and Mubadalah Approach in Interpreting the Gender Biased-Qur'anic Verses
JudulSawwa: Jurnal Studi Gender
SeriVol 18, No 1 (2023)
Tahun terbit
2023-04-30
ISBN2581-1215
Nama Jurnal : Sawwa: Jurnal Studi Gender
Seri : Vol 18, No 1 (2023)
Tahun : 2023-04-30
Judul Tulisan : Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) and Mubadalah Approach in Interpreting the Gender Biased-Qur'anic Verses
Penulis : Akhmad Arif Junaidi (Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Semarang, Indonesia)

Abstract

Conventional interpretation of the Quran often leads to the understanding that the verses are gender biased. This study is intended to discuss the mubādalah approach used by Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) in interpreting the verses of the Qur’an that are considered gender bias. The question is how the Qur’an can be interpreted and how it can be explained. This study is a library study, focusing entirely on the existing library data. The study uses descriptive analysis with a hermeneutic approach, a tafsir analysis that considers the context of interpretation. This study concluded that the mubādalah approach that becomes the “official approach” of KUPI is relevant for interpreting gender biased-verses of the Qur’an. It is because the traditional and conventional interpretation makes it as if the verses of the Qur’an subordinate women, maltreating women in their relationship with men. Inter­pretation of the Quranic verses considered gender biased with the mubādalah approach in the context of the KUPI struggle is an appropriate advocative interpretation model for the improvement and fairness of gender relations.

Keywords: gender bias; KUPI; mubādalah approach; Qur’anic verses

Abstrak

Penafsiran al-Qur’an secara konvensional seringkali berimbas pada pemahaman bahwa ayat-ayat al-Qur’an itu bias gender. Studi ini dimaksudkan untuk mendiskusikan pendekatan mubadalah yang dipergunakan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap bias gender. Kajian ini menjawab pertanyaan bagaimana pendekatan mubādalah digunakan dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, konteks apa yang melatarbelakangi penafsiran ayat-ayat tersebut. Studi ini adalah studi kepustakaan, karena studi bertumpu sepenuhnya pada data kepustakaan yang ada. Kajian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan hermeneutik, sebuah analisis tafsir yang mempertimbangkan konteks penafsiran. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan mubadalah yang menjadi “pendekatan resmi” KUPI sangat relevan untuk digunakan dalam menafsirkan ayatayat al-Qur’an yang bias gender. Hal ini karena penafsiran secara tradisional dan konvensional menjadikan seolah-olah ayat-ayat al-Qur’an mensubordinasi perempuan, memperlakukan perempuan secara tidak adil dalam relasinya dengan laki-laki. Penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang dinilai bias gender dengan pendekatan mubadalah dalam konteks perjuangan KUPI merupakan model penafsiran advokatif yang tepat untuk perbaikan dan keadilan dan keadilan relasi gender.

Kata Kunci: bias gender; KUPI; pendekatan mubadalah; ayat-ayat Qur’an


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.21580/sa.v18i1.17269