Lompat ke isi

2025 Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir

Dari Kupipedia
Revisi sejak 5 April 2026 12.01 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulMubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir
Penulis
  • Rafil Abil Alfarisi (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Syifa Qalbina Izzah S (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Sidik Amanah Hasibuan (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
  • Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Negri Sultan Syarif Qasim Riau)
SeriVol. 14 No. 5 (2025)
Tahun terbit
2025-06-12
ISBN3030-8917
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Seri : Vol. 14 No. 5 (2025)
Penulis : Rafil Abil Alfarisi, Syifa Qalbina Izzah S,
Sidik Amanah Hasibuan, Laila Sari Masyhur
DOI : doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461

Abstrak

Pendekatan Mubadalah yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan Mubadalah dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti Qira’ah Mubādalah dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, Mubadalah dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik.

Kata Kunci: Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam

The Mubadalahapproach developed by Faqih Abdul Qadir is a method of interpretation that emphasizes the principles of equity and justice in understanding religious texts. Initially applied in the context of gender relations, this approach offers a relevant ethical framework for building fair relations between majority and minority religious groups. This study aims to analyze the rationale, interpretation methods, and examples of the application of Mubadalah in the context of interfaith relations. Through a literature study of Faqih Abdul Qadir's works, such as Qira'ah Mubādalah and other writings, it is found that this approach prioritizes the principles of equality, justice, and partnership in interpreting religious texts. Thus, Mubadalah can be an ethical paradigm thatsupports the creation of harmony and inclusiveness in a pluralistic society.

Keywords :Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, interfaith relations, majority-minority, Islamic ethics