Lompat ke isi

Ukhuwah Basyariyah

Dari Kupipedia
Revisi sejak 6 April 2026 02.11 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'Dalam pembahasan relasi kemanusiaan dalam Islam, terdapat konsep persaudaraan yang melampaui batas identitas keagamaan dan kebangsaan. Konsep tersebut dikenal sebagai ''ukhuwwah basyariyah'' (الأخوة البشرية), yaitu persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan sebagai sesama manusia. Relasi ini menempatkan kemanusiaan sebagai titik temu utama dalam membangun hubungan sosial. Istilah ''basyariyah'' merujuk pada makna kemanusiaan, yang mencakup seluruh i...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam pembahasan relasi kemanusiaan dalam Islam, terdapat konsep persaudaraan yang melampaui batas identitas keagamaan dan kebangsaan. Konsep tersebut dikenal sebagai ukhuwwah basyariyah (الأخوة البشرية), yaitu persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan sebagai sesama manusia. Relasi ini menempatkan kemanusiaan sebagai titik temu utama dalam membangun hubungan sosial.

Istilah basyariyah merujuk pada makna kemanusiaan, yang mencakup seluruh individu tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau bangsa. Sementara itu, ukhuwwah menunjukkan adanya hubungan yang melibatkan kedekatan, kepedulian, dan tanggung jawab. Dalam pengertian ini, ukhuwwah basyariyah dipahami sebagai bentuk persaudaraan universal yang berakar pada kesamaan martabat manusia.

Dalam kajian keislaman, konsep ini berkaitan dengan pandangan bahwa seluruh manusia berasal dari sumber yang sama. Kesamaan asal-usul tersebut menjadi dasar dalam memahami bahwa setiap individu memiliki nilai dan kedudukan yang setara. Relasi kemanusiaan dalam kerangka ini tidak dibatasi oleh identitas tertentu, melainkan mencakup seluruh umat manusia sebagai satu kesatuan.

Pembahasan dalam buku Implementasi Moderasi Beragama Bersama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menempatkan ukhuwwah basyariyah sebagai salah satu pilar dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif. Persaudaraan kemanusiaan dipahami sebagai dasar dalam mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi, serta kemampuan hidup berdampingan di tengah keberagaman. Konsep ini juga berkaitan dengan upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga harmoni sosial.

Perspektif dari buku Jihad Kebangsaan dan Kemanusiaan Nahdlatul Ulama menunjukkan bahwa relasi kemanusiaan memiliki keterkaitan dengan tanggung jawab sosial yang lebih luas. Persaudaraan tidak hanya dipahami dalam lingkup internal komunitas, tetapi juga dalam hubungan dengan kelompok lain yang berbeda latar belakang. Dalam konteks ini, keterlibatan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari implementasi nilai persaudaraan universal.

Selain itu, kajian tentang moderasi beragama menunjukkan bahwa ukhuwwah basyariyah berperan dalam mereduksi potensi konflik yang berbasis perbedaan identitas. Pendekatan yang menekankan kesamaan kemanusiaan memungkinkan terciptanya dialog dan kerja sama lintas kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa persaudaraan kemanusiaan berfungsi sebagai kerangka dalam membangun hubungan sosial yang lebih inklusif.

Rujukan lain dalam kajian Islam kontemporer, seperti dalam buku Islam and Peacebuilding in the Asia-Pacific, memperlihatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam memiliki kontribusi dalam upaya membangun perdamaian. Dalam berbagai konteks sosial, komunitas Muslim terlibat dalam inisiatif yang bertujuan memperkuat hubungan antarindividu dan kelompok, termasuk dalam situasi konflik. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa prinsip persaudaraan kemanusiaan memiliki relevansi dalam praktik sosial yang lebih luas.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, ukhuwwah basyariyah tercermin dalam sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta upaya menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam membangun hubungan sosial yang tidak eksklusif, tetapi terbuka terhadap keberagaman. Relasi yang terbentuk tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya hidup bersama secara damai.

Konsep ukhuwwah basyariyah juga memiliki keterkaitan dengan prinsip-prinsip universal seperti keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam kerangka ini, persaudaraan kemanusiaan tidak hanya menjadi nilai etis, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun sistem sosial yang berkeadilan.

Ukhuwwah basyariyah pada akhirnya merepresentasikan bentuk relasi yang menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama. Konsep ini menunjukkan bahwa dalam Islam, hubungan antarindividu tidak hanya dibangun atas dasar identitas tertentu, tetapi juga atas dasar kesamaan sebagai manusia yang memiliki martabat dan hak yang harus dijaga.

Referensi

  1. Kementerian Agama Republik Indonesia. Implementasi Moderasi Beragama Bersama Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2022.
  2. Asmani, Jamal Ma’mur. Jihad Kebangsaan dan Kemanusiaan Nahdlatul Ulama: Menyongsong Era Keemasan 1 Abad NU 2026. Yogyakarta: IRCiSoD, 2022.
  3. Osman, Mohamed Nawab Mohamed (ed.). Islam and Peacebuilding in the Asia-Pacific. Singapore: World Scientific, 2017.