KUPI Perjuangkan Stop Kekerasan Perempuan Atas Nama Agama
Informasi Artikel Berita:
| Sumber Original | : | Konde.co |
| Penulis | : | Tim Konde.co |
| Tanggal Tayang | : | March 17, 2023 |
| Artikel Lengkap: KUPI Perjuangkan Stop Kekerasan Perempuan Atas Nama Agama |
Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan forum musyawarah keagamaan yang memproduksi pandangan keagamaan dalam merespon persoalan kemanusiaan, kebangsaan, dan kesemestaan yang berdampak langsung pada kehidupan perempuan.
Pada 24-26 November 2022, KUPI 2 sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Acara KUPI yang dilaksanakan melalui prosedur bertahap ini diawali dengan sejumlah halaqah yang dilakukan oleh empat organisasi keagamaan, yaitu Fahmina, Rahima, Alimat, dan Aman. Selanjutnya, kajian khusus dilakukan di Jepara, Medan, Yogyakarta, dan Makassar, serta dikonsolidasikan melalui halaqah nasional di Jakarta untuk menfinalisasi naskah yang dibahas dalam pertemuan utama dalam kongres.
KUPI merefleksikan gerakan eksistensi ulama perempuan yang memiliki kecerdasan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual. Musyawarah keagamaan KUPI mendasarkan pada tiga konsep kunci, yaitu keadilan hakiki, mubadalah, dan ma’ruf melalui 7 alur sistematika penulisan, yaitu 1) deskripsi masalah (tashawwur) dan persoalan (as’ilah)nya, 2) dasar-dasar hukum (adillah), 3) analisis yang mendasari keputusan (istidlal), 4) sikap dan pandangan keagamaan, 5) rekomendasi (taushiyah), 6) referensi (maraji’), dan 7) lampiran-lampiran (mulhaqat). Isu yang dipilih dalam KUPI didasarkan pada dua aspek, yaitu problem dijumpai terjadi secara massif di berbagai konteks; dan problem berada di wilayah kultural dan struktural.