Lompat ke isi

2025 Kurikulum PAI Responsif Gender: Peran Mahasiswi PTKI dalam Visi Keluarga Sakinah Berbasis Kemitraan

Dari Kupipedia
Revisi sejak 10 April 2026 10.15 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulKurikulum PAI Responsif Gender: Peran Mahasiswi PTKI dalam Visi Keluarga Sakinah Berbasis Kemitraan
Penulis
  • Fatimah (Universitas Pamulang)
  • Imron Rosyadi (Institut Binamadani IndonesiaTangerang)
  • Mohamad Zaenal Arifin (Universitas PTIQ Jakarta)
SeriVol. 8 No. 2 (2025)
Tahun terbit
2025-11-26
ISBN2721-1843
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : An Naba: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Pendidikan Islam
Seri : Vol. 8 No. 2 (2025)
Penulis : Fatimah, Imron Rosyadi, Mohamad Zaenal Arifin
DOI : https://doi.org/10.51614/5hencs23
PDF : Download PDF

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konflik peran yang dialami mahasiswi Muslimah Indonesia antara aspirasi pendidikan dan karier dengan tuntutan domestik tradisional yang berakar pada fiqh klasik. Kondisi ini menuntut perlunya pengembangan kurikulum PAI yang responsif gender untuk membangun kesadaran kesetaraan dan kemitraan dalam keluarga Muslim. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Sumber data primer berupa Al-Qur'an yang menjadi rujukan utama dalam mendefinisikan esensi sakinah dan prinsip-prinsip relasi kemanusiaan. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari kitab fiqh klasik, karya-karya tafsir dan pemikiran dari cendekiawan Muslim kontemporer yang relevan, serta jurnal ilmiah. Data-data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan keluarga sakinah lebih ditentukan oleh relasi kemitraan yang adil dan setara daripada kepatuhan hierarkis. Paradigma fiqh kemitraan (mubadalah) lebih sesuai dengan nilai egaliter Al-Qur’an dan relevan bagi relasi suami istri dalam keluarga modern. Kesimpulan penelitian, ketegangan peran intelektual mahasiswi dapat diatasi dengan mentransformasi model kurikulum PAI yang responsif gender melalui pengajaran fiqh kemitraan, literasi kritis terhadap teks klasik, studi kasus kontemporer, dan keterampilan praktis membangun keluarga sakinah. Transformasi kurikulum tersebut perlu diiringi dengan metode pengajaran yang inovatif, partisipatif, dan reflektif agar mampu menumbuhkan kesadaran kritis dan kompetensi sosial-religius bagi mahasiswi.

Kata Kunci: Keluarga Sakinah, Mubadalah, Pendidikan Agama Islam, Mahasiswi PTKI