2025 The Epistemological Framework of Indonesian Feminist Thought: An Analytical Study of Faqihuddin Abdul Kodir’s Qirā’ah Mubādalah Method in Qur’anic Interpretation
Informasi Artikel Jurnal:
| Judul | The Epistemological Framework of Indonesian Feminist Thought: An Analytical Study of Faqihuddin Abdul Kodir’s Qirā’ah Mubādalah Method in Qur’anic Interpretation |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 9 No. 1 (2025) |
Tahun terbit | 2025-06-30 |
| ISBN | 2598-5817 |
| Download PDF | |
| Sumber | : | QOF: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir |
| Seri | : | Vol. 9 No. 1 (2025) |
| Penulis | : | Baeti Rohman, Arwani Amin |
| DOI | : | https://doi.org/10.30762/qof.v9i1.2669 |
| : | Download PDF |
Abstrak
Studi ini menelaah struktur epistemologis Qirā’ah Mubādalah—metode baca yang dirumuskan Faqihuddin Abdul Kodir dan kian berpengaruh dalam lima tahun terakhir, termasuk adopsinya dalam Metodologi Fatwa KUPI. Berbasis riset kepustakaan kualitatif dengan sumber primer karya Qirā’ah Mubādalahdan sumber sekunder (tesis, disertasi, artikel), penelitian memetakan rujukan dasar, logika kerja, serta posisi pengetahuan yang menopang penerapannya. Temuan utama menunjukkan bahwa Mubādalah bertumpu pada perangkat istinbāṭ al-ḥukmdalam kerangka fikih tematik dengan penyangga maqāṣid(keadilan, kemaslahatan) dan horizon tawḥīd(keadilan, kearifan, kasih sayang, kemaslahatan) yang memberi daya transformasi etis, sekaligus dioperasikan melalui tiga tahap kerja. Namun, riset ini juga mengidentifikasi celah metodologis: kaburnya batas fikih–tafsir, risiko “nilai mendahului teks,” dan bias tematik karena aplikasi eksplisit Mubādalahdominan pada isu gender. Sebagai respons, artikel ini mengusulkan penataan urutan operasional—penetapan makna linguistik-historis lebih dahulu lalu horizon etismembimbing penerapan—serta menyerukan uji lintas tema (ibadah, mu‘āmalah, etika lingkungan, siyasah, pidana) dan pernyataan posisi epistemik yang tegas (alat analisis fikih, metode tafsir, hermeneutika feminis, atau praksis dakwah). Kontribusi penelitian terletak pada klarifikasi kerangka epistemik dan protokol operasional Mubādalahyang meningkatkan koherensi metodologis, akuntabilitas ilmiah, dan dampak sosialnya.
Kata Kunci: Epistemologi tafsir al-Qur’an,Faqihuddin Abdul Kodir,keadilan gender,maqāṣid al-sharī‘ah,Qirā’ahMubādalah