Lompat ke isi

2025 Mubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption

Dari Kupipedia
Revisi sejak 21 April 2026 10.39 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulMubadalah as a Pillar of Family Resilience in Indonesia in Facing the Challenges of Information Disruption
Penulis
  • Fathul Muin (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Susi Nurkholidah (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Diah Mukminatul Hasyimi (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia)
  • Farah Batrisyia Binti Mohd Ridzwan (Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia)
  • Sakirman (Institut Agama Islam Negeri Metro, Lampung, Indonesia)
SeriVol. 2 No. 1 June (2025)
Tahun terbit
2025-05-28
ISSN3063-587x
DOIhttps://doi.org/10.70992/tamhse32
Sumber OriginalJournal of Islamic Mubadalah
(Download Original)

Abstrak: Artikel ini tentang konsep mubadalahsebagai pilar ketahanan keluarga di Indonesia dalam menghadapi tantangan era disrupsi informasi. Kehidupan keluarga era disrupsi informasi, menghadapi tantangan besar khususnya relasi suami istri. Tujuan artikel ini menganalisis mubadalahsebagai pilar ketahanan rumah tangga di Indonesia di tengah disrupsi informasi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif, sumber data diperoleh dari bahan kepustakaan. Analisis datanya menggunakan teori kesalingan atau mubadalah. Hasil penelitian ditemukan bahwa era disrupsi informasi muncul tantangan bagi kehidupan keluarga seperti misinformasi, penurunan kualitas komunikasi interpersonal, kecanduan teknologi yang berdampak terhadap ketidakharmonisan keluarga. Konsep mubadalah, memiliki relevansi yang signifikan dalam memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut. Mubadalahmenawarkan pendekatan holistik untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas keluarga. Prinsip mubadalah, yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kerja sama antara anggota keluarga, dapat menjadi pilar utama dalam membangun hubungan yang saling mendukung, penuh penghormatan, dan berorientasi pada solusi. Mubadalahtidak hanya relevan sebagai konsep keagamaan, tetapi juga sebagai solusi praktis dalam menjawab dinamika sosial yang semakin kompleks di era modern.

Kata Kunci: Disrupsi Informasi, Ketahanan Rumah Tangga, Mubadalah

Abstract: This article is about the concept of mubadalahas a pillar of family resilience in Indonesia in facing the challenges of the era of information disruption. Family life in the era of information disruption faces major challenges, especially husband and wife relations. The purpose of this article is to analyze mubadalahas a pillar of household resilience in Indonesia amidst information disruption. This research method uses kualitative, data sources are obtained from library materials. The data analysis uses the theory of mutuality or mubadalah. The results of the study found that the era of information disruption has given rise to challenges for family life such as misinformation, decreased quality of interpersonal communication, technology addiction which has an impact on family disharmony. The concept of mubadalahhas significant relevance in strengthening family resilience in Indonesia in facing these challenges. Mubadalahoffers a holistic approach to maintaining family harmony and stability. The principle of mubadalah, which emphasizes justice, equality, and cooperation between family members, can be the main pillar in building relationships that are mutually supportive, respectful, and solution-oriented. Mubadalahis not only relevant as a religious concept,howeveralso as a practical solution in responding to the increasingly complex social dynamics in the modern era.

Keywords: Information Disruption, Household Resilience, Mubadalah