Lompat ke isi

2025 Construction of Husband and Wife Worker Relationship Patterns Based on the Concept of Gender Equality

Dari Kupipedia
Revisi sejak 22 April 2026 14.08 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulConstruction of Husband and Wife Worker Relationship Patterns Based on the Concept of Gender Equality
Penulis
  • Syarif Hidayatullah (UIN Sunan Kalijaga)
  • Nerisma Eka Putri (UIN Sunan Kalijaga)
SeriVol. 15 No. 1 (2025)
Tahun terbit
2025-06-13
ISSN2685-0141
DOIdoi.org/10.37630/jpi.v15i1.2629
Sumber OriginalJPI; Jurnal Pendidikan IPS
(Download Original)

Abstrak: Penelitian ini mengkaji konstruksi pola relasi suami-istri berdasarkan konsep kesetaraan gender, khususnya pada keluarga dengan pasangan yang sama-sama bekerja. Struktur keluarga tradisional secara historis menempatkan laki-laki pada ranah publik sementara membatasi perempuan pada tanggung jawab domestik.Hal ini menciptakan ketidaksetaraan gender yang diperkuat oleh budaya patriarki. Penelitian kepustakaan ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik untuk mengeksplorasi bagaimana konsep "mubadalah" (hubungan kesalingan) dapat diterapkan untuk membangun relasi suami-istri yang lebih setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gender merupakan konstruksi sosiokultural yang berkontribusi pada diskriminasi terhadap perempuan, yang kerap menghadapi konflik kerja–keluarga saat menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan domestik. Konsep mubadalah, seperti dikemukakan oleh Faqihuddin Abdul Kodir, menekankan saling menghargai, kesetaraan, dan keadilan dalam relasi. Pendekatan ini menolak pemisahan yang kaku antara ranah publik dan privat serta mengadvokasi akses dan kesempatan setara bagi semua individu tanpa memandang gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian kesetaraan gender membutuhkan pembongkaran struktur patriarki serta penerapan hubungan resiprokal di dalam keluarga dan masyarakat. Dengan mengaplikasikan konsep mubadalah pada dinamika keluarga modern, penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap wacana kesetaraan gender yang lebih luas.

Kata Kunci: Konstruksi; Relasi Suami Istri; Kesetaraan Gender

Abstract: This study examines the construction of husband-wife relationship patterns based on gender equality concepts, particularly in dual-career families. Traditional family structures have historically placed men in public domains while confining women to domestic responsibilities, creating gender inequality reinforced by patriarchal culture. This library research employs a descriptive-analytic approach to explore how the "mubadalah" concept (reciprocal relationship) can be applied to establish more equitable husband-wife relations. The findings demonstrate that gender differences are sociocultural constructs that contribute to discrimination against women, who often face work–family conflicts in balancing professionaland domestic responsibilities. The mubadalah framework, introduced by Faqihuddin Abdul Kodir, emphasizes mutual respect, equality, and justice in relationships. This approach rejects rigid divisions between public and private spheres, advocating equal opportunities and rights for individuals regardless of gender. The study concludes that achieving gender equality requires dismantling patriarchal structures and promoting reciprocal partnerships within families and society. By demonstrating the practical application of the mubadalah concept in modern family dynamics, this study contributes to the broader discourse on gender equality.

Keywords: Contruction; Marriage; Gender Equality