Lompat ke isi

2019 Membina Keluarga Bahagia

Dari Kupipedia

Informasi Buku:

Sumber : Swara Rahima
Judul Buku : Membina Keluarga Bahagia
Penulis : Pera Sopariyanti, Andi Nur Fa'izah, Isthiqonita, Maman Abdurahman, AD. Kusumaningtyas
Editor : Ahmad Thohir
Tahun Terbit : Cetakan I: Desember 2019
Penerbit : Rahima
Link Download : Download
2019 Membina Keluarga Bahagia
SeriCetakan I: Desember 2019
PenerbitRahima
Halaman221 halaman
ISBN978-602-72502-2-2
Download Buku

“Laki-laki gendong anak itu tabu, karena bukan pekerjaan laki-laki. Bahkan dalam tradisi di Lampung, laki-laki juga tidak boleh menjemur pakaian, apalagi memasak makanan untuk istri dan keluarga. Harga dirinya berkurang, ketika laki-laki melakukan hal-hal seperti itu. Perempuan di Lampung masih belum setara dengan laki-laki. Bahkan jika perempuan ikut bekerja di wilayah publik, ketika di rumah pun ia tetap bekerja sebagai ibu rumah tangga (double burden).” Demikian disampaikan Bapak M. Safri salah satu Kepala KUA di Lampung Timur.

Cerita di atas menggambarkan bagaimana relasi dalam keluarga dibangun dalam masyarakat. Ada banyak cerita lainnya yang kami dapatkan selama tadarus Rahima bersama dengan para kepala KUA di empat kabupaten, Gunungkidul, Kulon Progo, Lampung Timur dan Tanggamus. Kerjasama tersebut sudah dilakukan Rahima sejak akhir 2016 untuk KUA di Gunungkidul dan Kulon Progo bekerjsama dengan Rifka Annisa. Sedangkan di Lampung Timur dan Tanggamus dimulai tahun 2017, bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Damar.

Kami menyadari bahwa relasi kuasa yang timpang dan tidak adil antara laki-laki dan perempuan masih menjadi persoalan besar. Ketimpangan itu di antaranya dipengaruhi cara pandang (mindset) tentang relasi perempuan dan laki-laki dalam masyarakat termasuk dalam keluarga. Bagaimanapun, relasi suami istri dalam keluarga yang timpang akan melahirkan ketidakadilan, seperti subordinasi, marginalisasi, stereotip, kekerasan dan beban ganda. Tingginya angka perceraian dan cerai gugat yang diakibatkan adanya penelantaran ekonomi, ketidakharmonisan karena KDRT, meninggalkan pasangan, poligami, menjadi salah satu dampak dari ketidakadilan karena relasi yang timpang atau tidak setara dalam keluarga.

Oleh karena itu, Rahima (Pusat Pendidikan dan Informasi tentang Islam dan Hak-hak Perempuan), berkomitmen terus melakukan upaya penyadaran tentang keadilan dan kesetaraan relasi suami istri dalam keluarga. Salah satunya melalui madrasah Rahima untuk pendidikan Islam adil gender dengan pendekatan kesalingan (mubaadalah) dan keadilan hakiki bagi para kepala KUA dan tokoh agama di empat kabupaten sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Di antara testimoni peserta setelah mengikuti pendidikan di wilayah Yogyakarta dan Lampung, antara lain; “Setelah ikut pelatihan Rahima, apa yang selama ini diyakini ternyata keliru, dan saya bisa memahami dan menerima bahwa istri adalah bagian dari kita, bersama kita, dan harus kita hargai dengan sebenar-sebenarnya”, tutur pak Safri. Lebih lanjut, pak Afrizal mengatakan “Islam tidak mengajarkan kekerasan, tapi mengajarkan kerja sama. Seperti saya, setibanya di rumah saya yang mengurus banyak pekerjaan rumah, jadi semua bisa dilakukan kecuali hamil, melahirkan dan menyusui.” Bapak Abdurrahman salah satu kepala KUA di Kulon Progo menyampaikan “Selama ini kan dominasi laki-laki itu sangat kuat, sehingga muncul seolah-olah yang jadi raja di rumah ituh laki-laki. Pelatihan Rahima, intinya membangun kemitraan dalam keluarga, dan saya baru menyadarai itu setelah ikut pelatihan Rahima.”

Buku “Membina Keluarga Bahagia” yang ada di tangan pembaca ini sebagai respon atas persoalan yang disampaikan KUA dalam proses pendidikan bersama Rahima. Buku ini diharapkan sebagai pegangan dan panduan KUA dalam menyikapi persoalan ketimpangan dalam rumah tangga. Buku ini merupakan kumpulan artikel yang sebelumnya pernah dimuat dalam terbitan Rahima, antara lain; Swara Rahima, Membangun Keluarga Sakinah, Umat Bertanya Ulama Menjawab, Bergerak Menuju Keadilan, Ijtihad Kyai Husein, Suplemen Swara Rahima, dan lain sebagainya. Selain itu, buku ini merujuk pada konseptualisasi perspektif dalam buku Qira’ah Mubaadalah karya KH. Faqihuddin Abdul Kodir, sebagai salah satu pola pendekatan yang digunakan Rahima dalam melakukan Pendidikan Islam adil gender bersama para KUA, maupun buku lain yang relevan seperti buku 2017 Fondasi Keluarga Sakinah terbitan Subdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA Ditjen Bimas Islam Kementrian Agama, dan buku-buku lainnya.

Buku ini dibagi ke dalam empat tema. Dimulai dari Prinsip-Prinsip Perkawinan, Mempersiapkan Perkawinan, Keadilan Relasi Suami Istri, serta Menyikapi Perceraian. Dalam ranah prinsip, Rahima memilih pendekatan kesalingan (mubaadalah) untuk merumuskan nilai-nilai dasar bagi sebuah fondasi keluarga yang kokoh. Prinsip-prinsip inilah yang menjadi spirit dalam pembahasan bagian selanjutnya. Seperti dalam mempersiapkan perkawinan, ikhtiar memilih pasangan yang tepat menjadi perhatian tersendiri untuk mewujudkan keluarga yang bahagia di kemudian hari. Sedangkan keadilan relasi suami istri dimaksudkan untuk menyajikan guideline, atau “aturan main” tentang pola relasi suami istri yang berkeadilan di ranah domestik mau pun publik. Begitupun ketika perceraian terpaksa terjadi, keadilan hak dan kewajiban bagi semua pihak harus tetap dikedepankan.

Buku ini tidak akan lahir tanpa kerja keras seluruh tim yang terlibat di dalamnya. Saya ucapkan terima kasih banyak atas dedikasi semua pihak, antara lain; Mbak AD. Kusumaningtyas, Kang Maman Abdurahman, Andi Nur Fai'zah, dan Isthiqonita yang telah menyusun bahan-bahan yang berserakan sehingga layak dimuat dalam kesatuan buku. Kang Ahmad Thohir yang bersedia menjadi editor dan mengemas tulisan dengan apik. KH. Faqihuddin Abdul Kodir yang telah banyak memberi khazanah dan pembelajaran tentang Perspektif Mubaadalah bersama dengan KUA, serta bersedia memberi pengantar buku ini. KH. Helmi Ali, Mbak Nur Rofi’ah, Kyai Imam Nahe'i, Mbak Masruchah yang selama ini menemani Rahima bersama dengan KUA kami haturkan terima kasih yang mendalam. Kepada para guru di Rahima: KH. Husein Muhammad, Mbak Farhah Cicik, Mbak Nyai Badriyah Fayumi, dan banyak lagi kami haturkan banyak terima kasih atas ilmu dan diskusi produktif selama ini. Apresiasi mendalam juga kami haturkan kepada Mbak AD. Eridani selaku Direktur Rahima sebelumnya di mana buku ini dirancang.

Kepada Kepala Kemenag di Gunungkidul, Kulon Progo, Lampung Timur, dan Tanggamus kami haturkan terima kasih atas kerjasama, dukungan dan rekomendasi untuk para Kepala KUA, Penyuluh Agama, BP4 yang hadir dan berpartisipasi dengan baik dalam seluruh Pendidikan Rahima. Kepada Lembaga Advokasi Damar Lampung dan Rifka Annisa Yogyakarta kami haturkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Rahima mengucapakan terima kasih kepada Rutgers WPF Indonesia atas dukungan penerbitan buku ini. Tak lupa berterimakasih atas dedikasi Ricky yang telah menyiapkan tampilan buku, serta sahabat-sahabat Rahima, Mas Frans, Mbak Binta, Gina, Kahfi yang telah banyak memberi daya dukung atas terbitnya buku ini.

Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang bekerja dan mengkampanyekan pemahaman keagamaan yang adil gender dalam keluarga. Selain buku-buku yang sudah ada sebelumnya, buku ini diharapkan dapat melengkapi serta memudahkan para pemangku kepentingan, baik Tokoh Agama, Kepala KUA, Ulama Perempuan maupun masyarakat luas yang peduli pada gerakan mewujudkan keadilan gender dalam keluarga. Rahima meyakini keluarga bahagia akan menjelma menjadi ‘surga’ bagi semua anggota keluarga, dan dari keluarga tersebut akan terwujud masyarakat yang adil dan berkemajuan sebagai prasyarat mewujudkan bangsa yang sejahtera atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. Keluarga yang baik ini menjadi faktor penting lahirnya generasi bangsa yang berkualitas, andal, toleran, religius dan berkeadaban. Sebagaimana slogan “keluarga adalah tiang negara.”

Jakarta, 13 Desember 2019

Pera Sopariyanti (Direktur Rahima)