Lompat ke isi

2024 Jalan Panjang Menuju Inklusi Digital bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia

Dari Kupipedia
JudulJalan Panjang Menuju Inklusi Digital bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia
Penulis
  • Sari Dewi Poerwanti (Universitas Jember)
  • Sukron Makmun (Universitas Jember)
  • Amhar Davi Dewantara (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
SeriVolume 7 No 1 Tahun 2024
Tahun terbit
2024-04-30
ISBN2656-3339
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Journal of Urban Sociology
Seri : Volume 7 No 1 Tahun 2024
Penulis : Sari Dewi Poerwanti, Sukron Makmun. Amhar Davi Dewantara
DOI : https://doi.org/10.30742/jus.v1i1.3536
PDF : Download PDF

Abstrak

Saat ini tren penggunaan internet terus meningkat termasuk di Indonesia. Internet diyakini mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Untuk itu, teknologi digital dituntut mampu mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini menjadipeluang besar bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan manfaat dari informasi, produk, dan layanan digital untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Artikel ini membahas bagaimana teknologi digital terutama internet digunakan, dimanfaatkanpenyandang disabilitas, termasuk hambatan yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode literature reviewdengan pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan digital antara penyandang disabilitas dan non-penyandang disabilitas di Indonesia. Hambatan utama dalam menciptakan ruang digital yang inklusif adalah kesadaran, motivasi,akses kepemilikan, akses penggunaan, aksesketerjangkauan terhadap teknologi digital, keterampilan digital, teknologi adaptif, kepastian akan perlindungan & keamanan digital serta dukungankebijakan dan regulasi. Namun, ditemukan juga upaya untuk menerapkan praktik baikinklusi digital dengan mengurangi kesenjangan digital melalui dukungan kebijakan, perbaikan infrastruktur, kegiatan pemberdayaan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kata Kunci: penyandang disabilitas; inklusi digital; kesenjangan digital; teknologi digital