Lompat ke isi

2025 Analisis Konsep I‘fāf bagi Ibu: Perspektif Mubādalah dan Qawā‘id Uṣūl al-Fiqh

Dari Kupipedia
JudulAnalisis Konsep I‘fāf bagi Ibu: Perspektif Mubādalah dan Qawā‘id Uṣūl al-Fiqh
Penulis
  • Holis Andika (University Pendidikan Sultan Idris)
  • Abd. Wahid (Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)
SeriVol. 7 No. 1 (2025)
Tahun terbit
2025-02-28
ISBN2746-1904
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih
Seri : Vol. 7 No. 1 (2025)
Penulis : Holis Andika, Abd. Wahid
DOI : https://doi.org/10.58470/wasathiyyah.v7i1.99
PDF : Download PDF

Abstrak

Kajian ini berfokus pada konsep i'fāf sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pernikahan bagi orang tua tunggal yang ditinggalkan pasangan. Secara umum, hukum Islam klasik membebankan kewajiban i'fāf hanya kepada ayah, mengecualikan ibu. Penelitian ini mengusung pendekatan mubādalah untuk meninjau kembali pandangan tersebut guna menciptakan kesetaraan dan keadilan relasional. Menggunakan metode studi kepustakaan (library research) terhadap kitab fikih empat madhhab dan literatur terkait, penelitian menemukan adanya divergensi pendapat ulama mengenai kewajiban i'fāf bagi ibu. Kesimpulan utama adalah bahwa perspektif mubādalah memungkinkan perluasan konsep i'fāf menjadi lebih adil dan setara, sehingga memberikan hak perlindungan dan kesejahteraan yang sama bagi ibu yang ditinggalkan pasangannya.

Kata Kunci: I’faf, Hukum Islam, Kesetaraan Gender, Mubadalah, Tanggung Jawab Keluarga, Fikih

Abstract: This study focuses on the concept of i’fafas a solution to meet the needs of marriage for single parents who are abandoned by their spouses. In general, classical Islamic law imposes the obligation of i’fafonly on the father, excluding the mother. This research carries a mubadalahapproach to revisit this view in order to create equality and relational justice. Using the library research method on the fiqh books of the four Mazhabs and related literature, the study found that there was a divergence of scholars' opinions regarding the obligation of i’faffor mothers. The main conclusion is that the mubadalahperspective allows the expansion of the concept of i’fafto be more just and equitable, thus providing equal protection and welfare rights for mothers abandoned by their partners.

Keywords: I’faf, Islamic Law, Gender Equality, Mubadalah, Family Responsibility, Fiqh