Lompat ke isi

2025 Dekonstruksi Phallosentris dalam Tafsir al-Qur’an

Dari Kupipedia

Informasi Artikel Jurnal:

JudulDekonstruksi Phallosentris dalam Tafsir al-Qur’an
PenulisUbu Misbahudin (Universitas PTIQ Jakarta, Indonesia)
SeriVol. 11 No. 2 (2025)
Tahun terbit
2025-10-25
ISBN2716-0602
Download PDF
Sumber : Al-Ashriyyah; Jurnal Kajian Keislaman
Seri : Vol. 11 No. 2 (2025)
Penulis : Ubu Misbahudin
DOI : https://doi.org/10.53038/alashriyyah.v11i2.279
PDF : Download PDF

Abstrak

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma tafsir al-Qur’an yang selama ini didominasi oleh perspektif falosentris dan ideologi maskulinitas melalui pengembangan Metode Musyârakahsebagai pendekatan tafsir partisipatif dan egaliter. Berbasis pada epistemologi dialogis, metode ini mengandaikan kolaborasi hermeneutik antara mufasir laki-laki dan perempuan guna membebaskan tafsir dari bias patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan analisis hermeneutika kritis, maqāṣidī, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa ideologi maskulinitas telah membentuk struktur penafsiran yang menormalkan hierarki gender dan mengukuhkan otoritas laki-laki dalam tafsir klasik maupun modern. Metode Musyârakahmenawarkan empat tahapan operasional: (1) identifikasi ideologis, (2) kolaborasi hermeneutik lintas gender, (3) sintesis maqāṣidī, dan (4) produksi makna sosial. Melalui studi kasus QS. al-Nisā’ [4]:34, penelitian ini membuktikan bahwa dialog interpretatif antara mufasir laki-laki dan perempuan dapat menghasilkan makna baru yang lebih adil dan komplementer. Secara teoretis, metode ini menjadi kontribusi hermeneutika Islam Nusantara yang menegaskan prinsip kesalingan (mubādalah), keadilan (al-‘adl), dan kemaslahatan (al-maṣlaḥah). Dengan demikian, Metode Musyârakahbukan sekadar inovasi metodologis, tetapi paradigma baru tafsir berkeadilan gender yang relevan bagi studi Islam kontemporer.

Kata kunci: Metode Musyârakah; tafsir patriarki; falosentrisme; hermeneutika Islam; kesetaraan Gender