2025 Iddah Bagi Suami dan Kesetaraan Gender: Pandangan Faqihuddin Abdul Kodir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Mafhūm Mubādalahyang digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir sebagai metode penafsiran teks-teks keagamaan dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam hukum keluarga Islam, khususnya pada aspek perkawinan dan perceraian. Fokus kajian diarahkan pada relevansidan implikasi penerapan pendekatan resiprokal terhadap pembagian hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-konseptual, melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya Faqihuddin Abdul Kodir, literatur fiqh klasik dan kontemporer, serta teori Maqāṣid al-Syarī‘ah. Analisis dilakukan dengan menelaah teks-teks normatif hukum Islam dan mengkontekstualisasikannya dalam perspektif keadilan gender dan kemaslahatan keluarga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mafhūm Mubādalahmampu merekonstruksi tafsir keagamaan yangsebelumnya cenderung patriarkis menjadi lebih inklusif dan adil. Prinsip resiprokal dalam pendekatanini menegaskan bahwa ketentuan syariat yang dibebankan kepada salah satu gender pada dasarnya berlaku timbal balik, kecuali terdapat dalil yang secara tegas mengecualikannya. Penerapan konsep ini berimplikasi pada pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang, termasuk dalam menjaga kehormatan, pemenuhan hak pasca-perceraian, serta pemulihan emosional kedua belah pihak.
| Judul | Iddah Bagi Suami dan Kesetaraan Gender: Pandangan Faqihuddin Abdul Kodir |
|---|---|
| Penulis | Wahyu Nur Alfiyan (STAI Al Fattah Arjosari Pacitan) |
| Seri | Vol. 5 No. 2 (2025): September |
Tahun terbit | 2025-12-16 |
| ISSN | 2797-2291 |
| Sumber Original | Jurisy: Jurnal Ilmiah Syariah |
| (Download Original) | |
Kata Kunci: perkawinan, perceraian, hukum Islam, rahmatan lil-‘alamin, keadilan keluarga.
Abstract: This study aims to analyze the concept of Mafhūm Mubādalah (Islamic Principles of Understanding) proposed by Faqihuddin Abdul Kodir as a method of interpreting religious texts to realize justice and gender equality in Islamic family law, particularly in the aspects of marriage and divorce. The study focuses on the relevance and implications of applying a reciprocal approach to the division of rights and obligations between men and women. The research method used is qualitative research with a normative-conceptual approach, through a literature review of Faqihuddin Abdul Kodir's works, classical and contemporary fiqh literature, and the theory of Maqāṣid al-Syarī‘ah. The analysis is conducted by examining normative Islamic legal texts and contextualizing them from the perspective of gender justice and family welfare. The results show that Mafhūm Mubādalah is able to reconstruct religious interpretations that previously tended towards patriarchy to become more inclusive and just. The principle of reciprocity in this approach asserts that sharia provisions imposed on one gender are essentially reciprocal, unless there is explicit evidence to exclude them. The application of this concept implies a more balanced distribution of responsibilities, including maintaining honor, fulfilling post-divorce rights, and providing emotional recovery for both parties.
Keywords: marriage, divorce, Islamic law, rahmatan lil-'alamin, family justice.