2025 Kebijakan Pendidikan Islam Berbasis Gender: Studi Literatur
Informasi Artikel Jurnal:
| Judul | Kebijakan Pendidikan Islam Berbasis Gender: Studi Literatur |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 1 No. 2 (2025) |
Tahun terbit | 2025-12-31 |
| ISBN | - |
| Download PDF | |
| Sumber | : | Mepokoaso: Jurnal Hukum Keluarga Islam |
| Seri | : | Vol. 1 No. 2 (2025) |
| Penulis | : | Nurul Ala, Juliani Juliani, Mei Cindy Armaini |
| Luthfi Az-Zahra, Septia Putri Delima | ||
| DOI | : | - |
| : | Download PDF |
Abstrak
Penelitian ini mengkaji isu krusial mengenai bias gender dalam kebijakan pendidikan Islam yang sering kali terjebak di antara idealitas teologis yang egaliter dan realitas sosiologis yang patriarkis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi integrasi nilai-nilai keadilan gender dalam regulasi institusional, konten kurikulum, dan struktur kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menyintesis data dari publikasiilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lapangan yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian mengungkapkan adanya disparitas signifikan dalam representasi gender; analisis konten buku teks menunjukkan dominasi narasi androsentris sebesar 72%, sementara data lapangan mengindikasikan adanya fenomena "glass ceiling" di mana hanya 18% posisi kepemimpinan strategis yang diisi oleh perempuan. Selain itu, ditemukan bahwa 75% lembaga yang dianalisis belum memiliki prosedur operasional standar formal terkait perlindungan kekerasan berbasis gender. Dampak dari temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang "buta gender" menghambat potensi akademik dan psikologis siswa perempuan. Sebagai simpulan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan Islam memerlukan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang komprehensif. Hal ini melibatkan reorientasi teologis menuju perspektif "Mubadalah" (kesalingan) dan implementasi penganggaran yang responsif gender. Pergeseran struktural dan paradigma tersebutsangat penting untuk memastikan pendidikan Islam berfungsi sebagai instrumen inklusif dan membebaskan yang menumbuhkan keadilan sosial bagi laki-laki maupun perempuan di era modern.
Kata Kunci: Kebijakan Pendidikan, Kesetaraan Gender, Pendidikan Islam, Pengarusutamaan Gender, Studi Literatur.