Lompat ke isi

2025 Mubadalah dan Hadis Gender: Studi Pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir

Dari Kupipedia

Informasi Artikel Jurnal:

JudulMubadalah dan Hadis Gender: Studi Pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir
Penulis
  • Iqro’ Katsir (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  • Romlah Abubakar Askar (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  • Abdul Ghofur (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
SeriVol. 2 No. 2 (2025)
Tahun terbit
2025-05-14
ISBN3063-8321
Download PDF
Sumber : Tadhkirah; Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syari'ah
Seri : Vol. 5 No. 2 (2025)
Penulis : Iqro’ Katsir, Romlah Abubakar Askar, Abdul Ghofur
DOI : https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i2.142
PDF : Download PDF

Abstrak

Abstrak.Kajian ini berangkat dari pendekatan mubadalah dalam menafsirkan hadis-hadis yang berkaitan dengan relasi gender dalam perspektif pemikiran Faqihuddin Abdul Kodir. Melalui metode kajian pustaka dan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji bagaimana mubadalah sebagai metode hermeneutis mampu menawarkan pembacaan yang adil, kontekstual, dan setara terhadap teks-teks keagamaan. Dalam pandangan Faqihuddin, mubadalah bertumpu pada prinsip kesalingan dan relasi timbal balik antara laki-laki dan perempuan, yang menolak hegemoni maupun subordinasi gender. Pendekatan ini menjadi respon kritis terhadap konstruksi patriarkal dalam penafsiran keislaman yang selama ini memarjinalkan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mubadalah dapat menjadi jembatan antara pendekatan tekstual yang cenderung konservatif dan pembacaan liberal yang radikal, serta relevan diterapkan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam kehidupan umat Islam.

Kata kunci: Faqihuddin Abdul Kodir; Gender; Hadis; Mubadalah

Abstract: This study departs from the mubadalah approach in interpreting hadiths related to gender relations from the perspective of Faqihuddin Abdul Kodir's thought. Through a literaturereview and descriptive-analytical analysis method, this research examines how mubadalah, as a hermeneutic method, can offer a fair, contextual, and equitable reading of religious texts. In Faqihuddin's view, mubadalah is based on the principles of reciprocity and mutual relations between men and women, rejecting both gender hegemony and subordination. This approach serves as a critical response to the patriarchal constructions in Islamic interpretations that have marginalized women. The findings indicate that mubadalah can bridge the gap between conservative textual approaches and radical liberal readings, and is relevant for realizing justice and gender equality in the lives of Muslims.

Keywords: Faqihuddin Abdul Kodir; Gender; Hadith; Mubadalah