Lompat ke isi

2025 Narcissistic Personality Disorder Dalam Kehidupan Pernikahan Perspektif Qira’ah Mubadalah

Dari Kupipedia
JudulNarcissistic Personality Disorder Dalam Kehidupan Pernikahan Perspektif Qira’ah Mubadalah
Penulis
  • Rizka Rahmawati Muharram (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  • Rohmad Hidayat (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
SeriVol. 4 No. 4 (2026)
Tahun terbit
02-12-2025
ISBN2963-914x
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Jurnal Of Artificial Intelligence adan Digital Business (RIGGS) Department of Digital Business
Seri : Vol. 4 No. 4 (2026)
Penulis : Rizka Rahmawati Muharram, Rohmad Hidayat
DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4016

Abstrak

Penelitian ini membahas fenomena Narcissistic Personality Disorder (NPD) dalam kehidupan pernikahan yang kerap memicu kekerasan psikis, seperti manipulasi emosional, kontrol berlebihan, gaslighting, hingga devaluasi pasangan. Latar belakang masalah berangkat dari tingginya angka kekerasan psikologis dalam rumah tangga di Indonesia sebagaimana dicatat oleh Komnas Perempuan, serta meningkatnya curahan korban di media sosial yang menunjukkan bahwa isu ini semakin terbuka dan tidak lagi bersifat privat. Penelitian ini berfokus pada kajian etis-religius dengan menggunakan perspektif mubadalah yang menekankan prinsip kesalingan, kesetaraan, dan keadilan dalam relasi suami-istri. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana sifat narsistik dalam pernikahan memengaruhi kualitas relasi serta bagaimana rendahnya internalisasi nilai mubadalah berkontribusi pada ketimpangan tersebut. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan atas literatur qira’ah mubadalah, psikologi klinis, hukum keluarga Islam, serta analisis konten digital yang merekam pengalaman korban untuk memperkuat data konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sifat narsistik dalam pernikahan berdampak serius terhadap kesehatan mental korban, menurunkan kualitas relasi, serta memperkuat siklus kekerasan psikis yang sulit diputus. Minimnya internalisasi prinsip mubadalah menyebabkan relasi rumah tangga lebih rentan terhadap dominasi, objektifikasi, dan pengabaian hak pasangan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan nilai mubadalah sebagai fondasi etik-religius untuk membangun rumah tangga yang adil, setara, dan penuh kasih sayang, sekaligus menawarkan kerangka preventif dan kuratif dalam memahami serta menangani dinamika pernikahan dengan kecenderungan narsistik.

Kata kunci:Pernikahan, Narcissistic Personality Disorder, Kekerasan Psikis, Qira’ah Mubadalah