2025 Nusyuz Suami Dalam Teori Mubadalah Perspektif Hukum Keluarga Islam
| Judul | Nusyuz Suami Dalam Teori Mubadalah Perspektif Hukum Keluarga Islam |
|---|---|
| Penulis | Rifandi |
Tahun terbit | Juni 2024 |
| Download PDF | |
Informasi Dokumen Tesis:
| Sumber | : | Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau |
| Penulis | : | Rifandi |
| Program | : | Studi Hukum Keluarga |
| : | Download PDF |
Abstrak
Spirit keadilan gender yang disuarakan Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu masih menyisakan ketimpangan terhadap perempuan sehingga menghambat perempuan dalam mengaktualisasikan diri. Oleh karena itu, perlu dilakukan reinterpretasi penafsiran Al-Qur’an supaya menciptakan pemahaman-pemahaman yang berkeadilan bagi perempuan dan laki-laki.
Penelitian ini memiliki tiga fokus penelitian yaitu 1) Bagaimana metode penafsiran keadilan hakiki Nur Rofiah? 2) Bagaimana tafsir Q.S. Al-Hujurat ayat 13 perspektif keadilan hakiki Nur Rofiah? 3) Bagaimana relevansi tafsir perspektif keadilan hakiki Nur Rofiah dengan aktualisasi diri perempuan? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrispsikan metode penafsiran Nur Rofiah, mendeskripsikan penafsiran Nur Rofiah terkait keadilan gender dalam Q.S. Al-Hujurat: 13, serta menganalisis relevansi penafsiran Nur Rofiah dengan aktualisasi diri perempuan.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis pustaka. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan pustaka terkait kemudian diklasifikasikan sesuai dengan variabel, yaitu tafsir gender, Q.S. Al-Hujurat: 13 dan keadilan hakiki Nur Rofiah. Setelahnya dianalisi dengan teori aktualisasi diri untuk menemukan relevansi penafsiran Nur Rofiah dengan aktualisasi perempuan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Metode penafsiran Nur Rofiah menggunakan beberapa langkah, yaitu analisis realitas sosial dan identifikasi ayat Al-Qur’an. 2) Dalam pandangan Nur Rofiah ayat ini mengandung beberapa poin penting, yaitu: Pertama, tentang persamaan status dan kedudukan manusia sebagai hamba dan khalifah. Kedua, kesadaran keberagaman yang menghendaki pengalaman khas perempuan menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan publik. Ketiga, takwa sebagai tolak ukur kemuliaan bermakna sejauh mana keimanan kepada Allah melahirkan daya dorong dalam mewujudkan kemanfaatan seluas-luasnya kepada makhlukNya. Keempat, takwa mensyaratkan berlaku adil sehingga termasuk syarat takwa dengan berperilaku adil dan baik kepada perempuan. 3) Laki-laki dan perempuan harus bekerja sama dan saling membantu yang lemah supaya keduanya dapat mencapai aktualisasi diri. Sebab perempuan dengan pengalaman khasnya kesulitan secara struktural dalam mencapai aktualisasi diri.
Kata Kunci: Tafsir Gender, Q.S. Al-Hujurat: 13, Keadilan Hakiki Nur Rofiah