2025 Reinterpretasi Nusyuz dalam Bingkai Mubadalah dan Keadilan Gender dalam Pernikahan
Abstrak: Pada konsep Fikih Keluarga, nusyuz diinterpretasikan sebagai sikap tidak taat seorang istri terhadap suaminya. Masalah nusyuz dalam ajaran Islam meliputi hak dan kewajiban suami istri serta nilai-nilai kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep nusyuz dalam etika pernikahan Islam dengan prinsip mutualitas dan keadilan gender. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan analisis tekstual berdasar pada karya ilmiah yang valid dan relevan. Menggunakan pendekatan hermeneutik, penelitian ini mengeksplorasi interpretasi yang beragam terhadap konsep nusyuz dan implikasinya terhadap relasi suami istri yang adil dan setara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap ajaran Islam menekankan urgensi mutualitas dalam pemenuhan hak dan kewajiban, serta menjaga keberlangsungan prinsip keadilan gender dalam kehidupan pernikahan. Dengan demikian, konsep nusyuz perlu direinterpretasi agar sejalan dengan etika pernikahan Islam yang didasarkan pada kemitraan yang setara, saling menghormati, dan keadilan bagi kedua belah pihak. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus tentang fikih keluarga Islam yang lebih progresif dan berkeadilan gender.
| Judul | Reinterpretasi Nusyuz dalam Bingkai Mubadalah dan Keadilan Gender dalam Pernikahan |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 5 No. 2 (2025) |
Tahun terbit | 2025-12-31 |
| ISSN | 2809-0748 |
| DOI | doi.org/10.21154/antologihukum.v5i2.5438 |
| Sumber Original | Jurnal Antologi Hukum |
| (Download Original) | |
Kata Kunci: hermeneutik, keadilan gender, kesalingan, nusyuz, pernikahan
Abstract: In the context of Islamic Family Jurisprudence (Fiqh al-Usrah), nusyuz is interpreted as a wife’s disobedience toward her husband. The issue of nusyuz in Islamic teachings encompasses the rights and obligations of spouses as well as values of gender equality. This study aims to analyze the relevance of the nusyuz concept within Islamic marital ethics, particularly in relation to the principles of mutuality and gender justice. This is a library-based study employing textual analysis of valid and relevant scholarly works. Using a hermeneutic approach, the research explores various interpretations of nusyuz and its implications for establishing a just and equitable spousal relationship. The findings indicate that a deep understanding of Islamic teachings highlights the urgency of mutual fulfillment of rights and obligations, while upholding gender justice in marital life. Therefore, the concept of nusyuz needs to be reinterpreted to align with Islamic marital ethics based on equality, mutual respect, and fairness for both parties. This study contributes to the discourse on a more progressive and gender-just Islamic family jurisprudence.
Keyword: gender justice, hermeneutic, marriage, mutuality, nusyuz