2025 Relasi Suami Istri Dalam Keluarga Keyakinan Beda Agama Perspektif Mubadalah
Abstrak: Artikel ini mengkaji tentang relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan yang dianalisis perspektif mubadalah permasalahannya adalah bagaimana pola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinan dalam mewujudkan keharmonisan rumah tangga dengan perspektif mubadalah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Sumber primer diperoleh dari 3 pasangan suami istri. Teori yang digunakan adalah teori mubadalah. Hasil penelitianmenunjukkan bahwapola relasi suami istri dalam keluarga beda keyakinanyaitu sikap saling toleransi dan saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Perbedaan agama bukan penghalang utama dalam rumah tangga, selama ada sikap terbuka, komunikasi yang baik, dan toleransi antara pasangan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Suami dan istri harus memiliki komunikasi yang baik dan terbuka untuk membahas perbedaan keyakinan dan menemukan solusi yang tepat. Suami dan istri harus menghormati perbedaan keyakinan masing-masing dan tidak mencoba untuk mengubah keyakinan pasangan. Suami dan istri harus mencari kesepakatan tentang bagaimana mereka akan menghadapi perbedaan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari. Suami dan istri harus mengembangkan empati dan memahami perspektif masing-masing untuk meningkatkan hubungan yang harmonis.
![]() | |
| Judul | Relasi Suami Istri Dalam Keluarga Keyakinan Beda Agama Perspektif Mubadalah |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 12 No. 2 (2025) |
Tahun terbit | 2025-06-01 |
| ISSN | 2620-7915 |
| DOI | https://doi.org/10.32832/yustisi.v12i2.19308 |
| Sumber Original | YUSTISI; Jurnal Hukum & Hukum Islam |
| (Download Original) | |
Kata Kunci: Beda agama, Perkawinan,Rumah Tangga
Abstract: This article examines the relationship between husband and wife in a family of different beliefs which is analyzed from the perspective of mubadalah. The problem is how the pattern of husband and wife relations in a family of different beliefs in realizinghousehold harmony with the perspective of mubadalah. The method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation. Primary sources were obtained from 3 married couples. The theory used is the theory of mubadalah. The results of the study show that the pattern of husband and wife relations in a family of different beliefs in determining the child's religious beliefs is to follow the religion of the parents (Islam). The determination of the child's religious beliefs in the family never emphasizes that they must follow anyone's religion because in principle all religions still have good qualities.Keep reminding children that when they are Muslims, they must carry out worship according to the religion they believe in. Determining a child's school/education depends on a child's request, sometimes a child has their own wishes based on the friends around them. The recommendation from this study is that husbands and wives must have good and open communication to discuss differences in beliefs and find the right solution. Husbands and wives must respect each other's differences in beliefs and not try to change their partner's beliefs. Husbands and wives must seek agreement on how they will deal with differences in beliefs in everyday life. Husbands and wives must develop empathy and understand each other's perspectives to improve harmonious relationships.
Keywords: Different religions, marriage, household.
