2025 Tafsir Mubādalah Addressing Gender Issue in Family Planning Programs from Qur’anic Perspective
| Judul | Tafsir Mubādalah Addressing Gender Issue in Family Planning Programs from Qur’anic Perspective |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 24 No. 1 (2025) |
Tahun terbit | 2025-06-22 |
| ISSN | 2541-5018 |
| DOI | doi.org/10.30631/tjd.v24i1.555 |
| Sumber Original | TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin |
| (Download Original) | |
Abstrak: Dalam konteks Indonesia, pelaksanaan program Keluarga Berencana atau lazim disebut dengan KB secara inheren mengandung isu gender. Pasalnya terdapat pola pikir di tengah masyarakat bahwa “konsumen utama dalam program tersebut adalah perempuan”. Keadaan initentu saja menimbulkan implikasi yang negatif. Wanita, yang selama ini dianggap sebagai pemegang tanggung jawab utama dalam ranah domestik, juga harus berhadapan dengan efek samping dari pemakaian kontrasepsi, seperti perubahan fisik dan kualitas psikis yang signifikan. Perubahan-perubahan yang terjadi pada perempuan akibat pemakaian kontrasepsi seringkali menjadi alasan utama yang memicu ketidakpuasan laki-laki, sehingga menyebabkan posisi perempuan semakin termarginalkan.Tulisan ini bertujuan untuk menelaah kembali stigma tersebut melalui kacamata Islam, serta mengkaji apakah program kontrasepsi hanya menjadi tanggung jawab perempuan semata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teori mubādalah(ketersalingan) Faqihuddin Abdul Kodir sebagai pisau analisisnya. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan,ditemukan bahwa Islam secara khusus tidak menspesifikkan gender mana yang harus menggunakan kontrasepsi. Islam menegaskan bahwa tanggung jawab dalam rumah tangga, khususnya dalam konteks masalah kontrasepsi, tidak terbataspadapihak tertentu. Melainkan, semuanya saling melengkapi dengan catatan segala keputusan merupakan hasil komunikasi dan musyawarah bersama, di mana segala dampak dan akibat yang muncul di kemudian hari telah didiskusikan. Sehigga, tidak ada pihak yang terbebani atau dirugikan.
Kata Kunci: Keluarga Berencana; Gender; Perspektif Al-Qur’an; Tafsir-Mubādalah
Abstract: In the Indonesian context, the implementation of the Family Planning program, commonly referred to as KB, inherently involves gender issues. Due to the prevailing mindset among the public that “the main consumers of this program are women.” This situation certainly has negative implications. Women, who have long been regarded as the primary bearers of responsibility in the domestic sphere, must also contend with the side effects of contraceptive use, such as significant physical and psychological changes. The changes women experience as a result of contraceptive use often become the primary reason for men’s dissatisfaction, thereby further marginalizing women’s positions. This paper aims to re-examine this stigma through the lens of Islam and to examine whether the contraception program is only the responsibility of women. This qualitative research uses Faqihuddin Abdul Kodir's mubādalah (reciprocal) theory as its analytical tool. Based on the study, it was found that Islam does not explicitly specify which gender should use contraception. Islam emphasizes that responsibility in a household, especially in the context of contraception, is not limited to a particular party. Instead, all complement each other, noting that all decisions result from communication and mutual deliberation, where all impacts and consequences that arise later have been discussed so that no party is burdened or disadvantaged.
Keywords: Family Planning; Gender; Qur’anic Perspective; Tafsir-Mubādalah