Difabel dan Penyandang Disabilitas
Informasi Artikel:
| Sumber Original | : | PLD UIN Sunan Kalijaga |
| Tanggal Terbit | : | - |
| Penulis | : | Arif Maftuhin |
| Artikel Lengkap: Difabel dan Penyandang Disabilitas |
Saya wajib menulis artikel ini sebelum semua menjadi salah kaprah. Sebab, penyebaran kesalahannya sudah mulai terjadi dari ruang-ruang pertemuan ke media massa. Kalau mereka yang di luar gerakan tidak tahu penggunaan tepatnya, bisa dimaklumi. Tetapi, mereka yang aktif di gerakan difabel pun sudah turut, larut.
Difabel
Istilah "difabel" adalah kata eufimis yang dipilih oleh sekelompok teman-teman aktifis. Kelompok yang paling banyak menggunakan adalah LSM-LSM di wilayah DIY dan Jateng, tanpa mengecualikan mereka yang juga menggunakan istilah ini di berbagai penjuru Indonesia lainnya.
Istilah "difabel" berasal dari Bahasa Inggris "differently abled"atau disingkat diffabled (lihat sini). Istilah yang di Amerika Utara muncul pada tahun 1990-an ini lalu diadposi oleh para aktifis di Indonesia menjadi "difabel".
Kata difabel adalah kata benda (noun) mengacu kepada "manusia"nya, yaitu orang yang menyandang perbedaan level fungsi jasmani dan rohani (dulu: penyandang cacat). Karena itu, kita bisa menggunakan istilah "kaum difabel" sebagaimana kita menggunakan istilah "kaum pendatang", yang berarti "sekelompok orang difabel."