KUPI Tegaskan Komitmen Menghadirkan Gerakan Keulamaan Perempuan yang Berpihak pada Kemanusiaan
Informasi Artikel Berita:
| Sumber Original | : | Swara Rahima |
| Penulis | : | - |
| Tanggal Terbit | : | 12 Desember 2025 |
| Artikel Lengkap | : | KUPI Tegaskan Komitmen Menghadirkan Gerakan Keulamaan Perempuan yang Berpihak pada Kemanusiaan |
Yogyakarta – Menyongsong Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ke-3 pada tahun 2027, KUPI mengadakan Dialog Publik Gerakan Keulamaan Perempuan Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Halaqah Kubra yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam kegiatan ini, KUPI membuka ruang seluas-luasnya bagi publik untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, kritik, dan harapan mengenai arah gerakan keulamaan perempuan. Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara KUPI dan masyarakat, agar gerakan yang dibangun tetap relevan dan berpihak pada kepentingan umat, bangsa, dan kelompok rentan.
Halaqah Kubra KUPI sendiri merupakan agenda penting untuk memperdalam pembacaan atas dinamika sosial, politik, dan keagamaan mutakhir. KUPI memandang tantangan keumatan dan kebangsaan semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan teologis dan praksis yang lebih tajam. Dialog publik menjadi salah satu cara memperkaya perspektif itu melalui keterlibatan masyarakat.