Kajian Ramadan Inklusi: Ulama Perempuan Dorong Advokasi Hak Difabel dalam Perspektif Islam
Informasi Artikel:
| Sumber Original | : | Yayasan Fahmina |
| Tanggal Terbit | : | 26 Februari 2026 |
| Penulis | : | Zaenal Abidin |
| Artikel Lengkap | : | Kajian Ramadan Inklusi: Ulama Perempuan Dorong Advokasi Hak Difabel dalam Perspektif Islam |
Dalam semangat Ramadan sebagai bulan rahmah dan keadilan sosial, Yayasan Fahmina bersama LP2M UIN SATU Tulungagung, Center for GEDSI UNU Yogyakarta, PSGAD UIN Malang, serta PP Al Falah Salatiga menggelar Kajian Ramadan Inklusi: Ulama Perempuan untuk Advokasi Hak-hak Difabel secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube.
Kegiatan yang berlangsung setiap Kamis pukul 14.00–16.00 WIB ini menghadirkan ulama perempuan, akademisi, serta aktivis difabel untuk memperkuat perspektif Islam inklusif yang menjunjung martabat kemanusiaan dan kesetaraan akses dalam kehidupan beragama.
Program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama untuk membaca ulang ajaran Islam melalui pengalaman kelompok rentan, khususnya difabel, yang masih sering menghadapi hambatan sosial, kultural, maupun keagamaan.