Nyai Masriyah Amva, Ulama Perempuan Inspiratif dari Cirebon
Info Artikel
| Sumber Original | : | magdalene.co |
| Penulis | : | Jonesy |
| Tanggal Publikasi | : | March 26, 2021 |
| Artikel Lengkap | : | Nyai Masriyah Amva, Ulama Perempuan Inspiratif dari Cirebon |
Masriyah Amva, biasa dipanggil Nyai Masriyah, adalah pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy di Cirebon, Jawa Barat. Beliau dikenal ramah serta sangat dikagumi oleh para santrinya, karena melakukan banyak terobosan. Ia adalah ulama perempuan inspiratif, namun tentu saja ia menghadapi banyak tantangan.
Dibesarkan di lingkungan pesantren, ayah dan kakek Nyai Masriyah adalah para ulama terpandang di Cirebon. Orang tuanya cukup progresif, sang ayah Amrin Khanan menginginkan semua anaknya menjadi ulama. Nyai Masriyah kemudian menimba ilmu di Pesantren Al-Muayyad Solo dan Pesantren Al-Badi’iyyah Pati di Jawa Tengah, serta Pesantren Dar Al-Lughah wa Da’wah di Bangil, Jawa Timur.
“Bapak ibu saya ini orang yang cerdas. Walaupun belum ada istilah ulama perempuan, dan meski anak-anaknya perempuan semua, mereka berdoa dengan keras anak-anaknya bisa menjadi ulama,” ujar Nyai Masriyah Amva, dalam wawancara dengan podcast How Women Lead.
Namun, tantangan pertama datang dari para kerabat yang mendorong orang tuanya untuk menikahkan Masriyah. Ini memang merupakan salah satu tantangan perempuan dalam berkarier. Masriyah akhirnya dinikahkan dengan seorang kiai pengasuh Pesantren Kebon Melati.
“Kata pakde saya, sayang kalau dilewatkan mumpung ada laki-laki yang berilmu tinggi menginginkan saya. Pakde memaksa saya kawin. Di situlah orang tua saya merasa gagal mewujudkan cita-citanya untuk menjadikan saya ulama perempuan,” ujar Nyai Masriyah.
Setelah menikah, Nyai Masriyah bersama dengan sang suami, Kiai Haji Muhammad, mendirikan Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy. Namun, pada 2007, suaminya meninggal dunia, meninggalkan Nyai Masriyah dalam keadaan limbung. ......