Lompat ke isi

Policy Brief: Membangun Kelurahan Inklusif Menggunakan Indikator Kelurahan Inklusif Difabel

Dari Kupipedia

Informasi Dokumen:

JudulPolicy Brief: Membangun Kelurahan Inklusif Menggunakan Indikator Kelurahan Inklusif Difabel
PenulisSasana Inklusi dan SIGAB Indonesia
PenerbitSasana Inklusi dan SIGAB Indonesia
Situs webSIGAB Indonesia
Download PDF
Sumber : SIGAB Indonesia
Tahun : -
Penulis : Sasana Inklusi dan SIGAB Indonesia
Penerbit : Sasana Inklusi dan SIGAB Indonesia

Penggunaan kalimat “Kelurahan Inklusif Difabel” dimaksudkan agar pembahasan inklusif sejak awal dipahami sebagai kegiatan advokasi untuk mewujudkan kelurahan yang ramah difabel. Meskipun dalam pembahasan yang lebih luas tetap mengarustamakan gender, anak, warga miskin dan masyarakat marjinal dan rentan lainnya. Akan tetapi bahwa subyek utama pelaksanaan program baik di desa ataupun kelurahan adalah kelompok difabel. Kemudian, dalam tulisan ini yang dipakai adalah istilah “difabel” bukan bermaksud mengesampingkan pemakaian istilah “disabilitas”. Namun hanya ingin membangun konsistensi terhadap visi misi SIGAB sejak didirikan, yakni gerakan masyarakat sipil untuk advokasi kesetaraan difabel dan sesuai dengan kepanjangan SIGAB: Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel, sekaligus selaras program SOLIDER : Strengthening Social Inclusion for Difability Equity and Rights.

Istilah “difabel” sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu different ability yang berarti memiliki kemampuan yang berbeda. “Kemampuan” didefinisikan sebagai keyakinan, proses, dan tindakan yang menghasilkan karakter diri dan kesan tubuh yang dipandang sempurna, sama dan sebagai manusia utuh. Difabel berlaku pada individu yang memiliki kondisi khusus pada fisik, sensorik, mental, dan intelektual, serta pada setiap individu yang membutuhkan cara berbeda dalam melakukan sesuatu. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), difabel suatu kekurangan yang menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna/tidak sempurna akibat kecelakaan atau lainnya yang menyebabkan keterbatasan pada dirinya secara fisik. (KBBI, red)