Lompat ke isi

RILIS: Mengurai Tantangan Pendidikan Inklusif dan Peran ULD Pendidikan

Dari Kupipedia

Informasi Artikel:

Sumber Original : Temu Inklusi
Tanggal Terbit : July 30, 2025
Penulis : Robandi
Artikel Lengkap : RILIS: Mengurai Tantangan Pendidikan Inklusif dan Peran ULD Pendidikan

Temu Inklusi,- Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dan berlapis. Banyak peserta didik difabel belum mendapatkan hak belajarnya secara penuh akibat minimnya fasilitas aksesibel, keterbatasan alat bantu, serta belum optimalnya tenaga pendidik yang mampu mengakomodasi kebutuhan mereka. Peran Guru Pendamping Khusus (GPK) juga belum dimaksimalkan karena minimnya insentif, pelatihan, dan penempatan yang belum sesuai kebutuhan.

Selain itu, Unit Layanan Disabilitas (ULD)—yang seharusnya menjadi simpul koordinasi layanan pendidikan inklusif—masih banyak yang belum berjalan efektif karena persoalan struktur, sumber daya, hingga keterbatasan kewenangan. Tantangan ini semakin kompleks dengan lemahnya kolaborasi lintas aktor, data yang belum terintegrasi, serta stigma dan penolakan dari lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nunu Nurdyana, Sekretaris Yayasan Wahana Inklusif Indonesia yang menurutnya persoalan tersebut tidak hanya di tataran teknis, tapi juga di level kebijakan.

“Sehingga, ini perlu mapping bersama untuk menyusun strategi penguatan Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini,” tandasnya, dalam kegiatan diskusi tematik ke 5 bagian dari rangkaian Temu Inklusi ke 6.