Lompat ke isi

Sekolah Keberagaman bagi Disabilitas

Dari Kupipedia

Informasi Artikel:

Sumber Original : Yayasan Fahmina
Tanggal Terbit : 3 Maret 2025
Penulis : Rosidin
Artikel Lengkap : Sekolah Keberagaman bagi Disabilitas

ada 27-28 Februari 2025 di Gereja Kristen Jawa Gondokusumo dan Shantikara Yogyakarta,  Srikandi Lintas Iman (SRILI), dalam implementasi Partisipatory Grand Making  (PGM) yang host atau fasilitator Fahmina, melakukan penguatan dengan nama sekolah Keberagaman bagi disabilitas di Yogyakarta. Dalam proses penyiapan yang hanya satu bulan Srili mampu melaksanakan kegiatan tersebut.

Dari sisi substansi penyusunan kurikulum masih perlu didiskusikan lebih mendalam, dari sisi tehnis melibatkan panitia, fasilitator yang kira-kira memenuhi target yang diharapkan menjadi ruang diskusi yang menarik bagi pelaksana, kedepan masih memerlukan pengetahuan orang-orang yang memahami isu ini. Begitu juga dengan rekruitmen peserta yang rentang usianya muda, perempuan dan penyandang disabilitas, karena menjadi tantangan tersendiri.

Bekerja di isu kebebasan beragama yang melibatkan disabilitas yang anak muda dan perempuan menjadi ruang adrenalin tersendiri. Bagaimana tidak kebebasan beragama dianggap isu berat. Isu kebebasan beragama dianggap berat karena beberapa alasan, pertama agama seringkali terkait erat dengan identitas dan nilai-nilai seseorang. Ketika kebebasan beragama terancam, maka identitas dan nilai-nilai tersebut juga terancam.

Kedua, kebebasan beragama adalah salah satu hak asasi manusia yang fundamental. Pelanggaran terhadap hak ini dapat memicu konflik dan ketidakstabilan sosial. Ketiga, mengancam keharmonisan sosial. Kebebasan beragama yang terancam dapat memicu ketegangan dan konflik antar kelompok agama, yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.