UIN Siber Syekh Nurjati
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis digital (Cyber Islamic University) yang berkomitmen mengintegrasikan teknologi, keilmuan Islam, dan nilai-nilai inklusivitas. Sebagai UIN berbasis siber pertama di Indonesia, UINSSC mengembangkan sistem pembelajaran daring serta memperkuat kajian keislaman yang responsif terhadap isu-isu keadilan sosial, gender, dan disabilitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, UINSSC aktif mengembangkan ruang akademik dan gerakan intelektual yang memperkuat perspektif keulamaan perempuan, keadilan gender, dan hak-hak kelompok rentan melalui berbagai kegiatan nasional dan internasional.
Penguatan Peran Keulamaan untuk Hak Disabilitas
UINSSC menyelenggarakan Konferensi Nasional Ulama Perempuan dengan tema penguatan peran keulamaan dalam pemenuhan hak-hak disabilitas di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, ulama perempuan, peneliti, dan aktivis untuk membahas pendekatan teologis dan etis terhadap isu disabilitas.
Forum ini menekankan pentingnya tafsir keagamaan yang mengakui martabat penyandang disabilitas sebagai subjek penuh dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Diskusi diarahkan pada integrasi perspektif keislaman yang adil gender dan ramah disabilitas dalam ruang pendidikan tinggi maupun kebijakan publik.
Center for Islamic Law and Ethics of Mubadalah (CILEM)
UINSSC meluncurkan Center for Islamic Law and Ethics of Mubadalah (CILEM) sebagai pusat studi yang berfokus pada pengembangan hukum dan etika Islam berbasis prinsip mubadalah (kesalingan).
CILEM menjadi ruang kajian interdisipliner untuk:
- Mengembangkan metodologi penafsiran Islam yang berkeadilan gender.
- Mengintegrasikan nilai kesalingan dalam diskursus fikih, hukum keluarga, dan etika sosial.
- Mendorong penelitian dan publikasi akademik yang responsif terhadap isu perempuan dan kelompok marginal.
Peluncuran CILEM disertai seminar internasional bertajuk “Indonesia Islam for the World – From Gus Dur’s Legacy to the KUPI Movement” yang membahas warisan Islam inklusif Indonesia dan perkembangan gerakan keulamaan perempuan.
Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD)
Melalui Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD), UINSSC menyelenggarakan berbagai program edukasi dan advokasi, antara lain:
- Webinar nasional peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
- Workshop kurikulum inklusif berbasis gender dan disabilitas.
- Penguatan perspektif kampus ramah disabilitas dan berkeadilan.
Kegiatan ini bertujuan mendorong integrasi nilai-nilai kesetaraan dalam sistem pembelajaran dan tata kelola kampus.
Penguatan Akademik dan Kurikulum
UINSSC mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan:
- Perspektif keulamaan perempuan dalam kajian tafsir, hadis, dan fikih.
- Isu keadilan gender dalam studi hukum Islam dan pendidikan Islam.
- Pendekatan inklusif terhadap penyandang disabilitas dalam praktik akademik.
Langkah ini memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai ruang produksi pengetahuan Islam yang kontekstual dan responsif terhadap tantangan sosial kontemporer.
Komitmen Islam Inklusif Berbasis Digital
Sebagai perguruan tinggi berbasis siber, UINSSC memadukan inovasi teknologi dengan pengembangan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Platform digital dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat diseminasi gagasan keislaman inklusif, serta membangun jejaring keilmuan lintas daerah dan negara.