Lompat ke isi

2026 Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal JIMI vol3 no1.jpg|italic title=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|isbn=3047-2121|pub_date=2026-01-19|series=Vol. 3 No. 1 (2026)|author=*Tiara Cintia Maneza (UIN Sultan Syarif Kasim)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
*Jumni Nelli (UIN Sultan Syarif Kasim)
*Afrizal Ahmad (UIN Sultan Syarif Kasim)|title_orig=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|name=|notes=[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Download PDF]|image_caption=[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol. 3 No. 1 (2026)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Tiara Cintia Maneza, Jumni Nelli, Afrizal Ahmad
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|https://doi.org/10.69714/zmzegh71
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
Penelitian ini menganalisis pola relasi suami-istri berdasarkan perspektif mubadalah, yang menekankan kesalingan, keadilan, dan kerja sama dalam rumah tangga. Studi dilaksanakan di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan pendekatan kualitatif dan teknik wawancara mendalam terhadap pasangan suami-istri sebagai informan utama. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pola relasi yang berkembang: (1) Owner–Property, (2) Head–Complement, (3) Senior–Junior, dan (4) Equal Partner. Di antara keempat pola tersebut, hanya pola Equal Partner yang secara penuh merefleksikan nilai-nilai mubadalah, sementara pola lainnya menunjukkan variasi dalam tingkat kesetaraan dan keterlibatan pasangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi suami-istri yang ideal seharusnya dibangun di atas prinsip mubadalah dan taradhin (kerelaan bersama) demi terwujudnya rumah tangga yang harmonis, adil, dan setara.


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Kata Kunci:''' Relasi suami-istri, mubadalah, kesetaraan gender, pola relasi keluarga, keadilan domestik.''
 
'''''Abstract:''''' ''This study analyzes the patterns of husband-wife relationships based on the mubadalah perspective, which emphasizes reciprocity, fairness, and cooperation in the household. The study was conducted in Sidomulyo Timur Village, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City, using a qualitative approach and in-depth interviews with married couples as the main informants. The results of the study identified four developing relationship patterns: (1) Owner–Property, (2) Head–Complement, (3) Senior–Junior, and (4) Equal Partner. Among these four patterns, only the Equal Partner pattern fully reflects the values of mubadalah, while the other patterns show variations in the level of equality and involvement of the couple. This study concludes that an ideal husband-wife relationship should be built on the principles of mubadalah and taradhin (mutual consent) in order to achieve a harmonious, fair, and equal household.''
 
'''''Keywords:''' Marital relations, mubadalah, gender equality, family relationship patterns, domestic justice''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]